Program Pemasangan Baru PDAM Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Alami Kegagalan

Karena keterbatasan anggaran yang kita miliki (PDAM Tirta Pangkalpinang--red) sehingga program pemasangan baru

Program Pemasangan Baru PDAM Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Alami Kegagalan
Bangkapos/Ryan Agusta
Direktur PDAM Tirta Pangkalpinang, Zuniar Nangtjik 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Program pemasangan baru jaringan PDAM khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang direncanakan oleh pihak PDAM Tirta Pangkalpinang tahun 2017 ini mengalami kegagalan.

Direktur PDAM Kota Pangkalpinang, Zuniar Nangtjik mengatakan hal tersebut lantaran saat ini pihaknya (PDAM Tirta Pangkalpinang) memiliki keterbatasan anggaran (budget).

"Karena keterbatasan anggaran yang kita miliki (PDAM Tirta Pangkalpinang--red) sehingga program pemasangan baru jaringan PDAM khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah gagal untuk kita realisasikan pada tahun ini," terang Zuniar ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/11/2017).

Sebelumnya menurut ia pihak PDAM Tirta Pangkalpinang sendiri telah menginventatisir untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan jaringan PDAM khusus MBR di wilayah Kota Pangkalpinang.

Bahkan sebelumnya pihaknya telah mengusulkan permohonan untuk pelanggan baru yang sudah ditetapkan yakni sebanyak 401 calon pelanggan baru PDAM.

"Namun yang disetujui oleh pihak Kementerian PUPR cuma sebanyak 337 calon pelanggan baru. Namun sayangnya kondisi tersebut gagal direalisasikan," katanya.

Ia menegaskan para calon pelanggan baru jaringan PDAM itu sesuai kategori masyarakat yang berhak mendapatkan yakni masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tanpa mesti membayar pemasangan jaringan baru PDAM.

Sebelumnya seorang warga di lingkungan Girimaya, Kota Pangkalpinang, Yadi (30) sempat mengeluhkan kebutuhan jaringan PDAM yang dianggapnya sampai saat ini belumlah dapat dinikmati oleh ia dan keluarga.

"Di kaca depan rumah saya ini ada stiker tertulis semacam hibah PDAM katanya rumah yang sudah memiliki stiker bakal mendapat fasilitas pemasangan baru jaringan PDAM secara gratis tapi sampai saat ini atau berbulan-bulan belum juga ada kegiatan pemasangan jaringan PDAM di kediaman kami," kata Yadi saat ditemui belum lama ini di kediamannya. 

Warga ini pun mengaku ia dan keluarganya termasuk sejumlah warga di lingkungan tempat tinggalnya sangat mendambakan adanya pemasangan jaringan baru PDAM di lingkungan setempat.

"Selama ini warga di sini hanya mengandalkan kebutuhan untuk air diperoleh dari tangki yang dibangun oleh pemerintah namun untuk kebutuhan air itu masyarakat harus membeli," katanya. (*) 

Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help