Inilah Alasan Anggota Babinsa Hadir di Lokasi Tambang Saat Penertiban Tambang Merawang

Kebetulan saya sendiri anggota Babinsa Koramil Merawang yang tugasnya memantau situasi di lapangan sesuai

Inilah Alasan Anggota Babinsa Hadir di Lokasi Tambang Saat Penertiban Tambang Merawang
bangkapos.com/Fery Laskari
Pekerja Tambang tetap beraktifitas, walau didatangi Pol PP Bangka, Jumat (3/11/2017) Petang. Padahal tambang tersebut ilegal, dan berada sekitar 10 meter dari bibir aspal Jl Raya Sungailiat-Pangkalpinang, tepatnya di Desa Merawang Bangka. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kegiatan penertiban aktifitas tambang pasir timah liar di pinggir jalan Desa Merawang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Jumat (3/11/2017) sore oleh tim Satpol PP Bangka, saat itu sempat ikut disaksikan oleh seorang anggota Babinsa asal Koramil Merawang, Bangka.

Menurut Serma TNI AD, Adiriska jika ia hadir di lokasi aktifitas tambang saat itu tak lain menurutnya dalam kapasitas kewenangannya selaku anggota Babinsa Koramil yang memiliki tugas pokok untuk memantau situasi di lapangan.

"Kebetulan saya sendiri anggota Babinsa Koramil Merawang yang tugasnya memantau situasi di lapangan sesuai dengan wilayah yang menjadi tugas dan tanggung jawab saya," terangnya.

Ia menegaskan bahwa terkait adanya 'kabar miring' yang menyebutkan jika dalam aksi penertiban TI liar di kawasan Desa Merawang, Bangka, Jumat (3/11/2017) sore itu, ada seorang oknum aparat terlihat berlindung di balik semak, duduk persis di bawah pohon rindang, berjarak sekitar 15 meter dari lubang tambang itu bukan ada maksud lain.

"Kehadiran saya di lokasi itu pun sama sekali tidak ada maksud lain hanya sebatas melakukan monitor ke lapangan saja dan saat itu kebetulan pula cuaca hujan gerimis jadi saya berteduh di bawah pohon akasia," bantahnya.

Selain itu sebelumnya, Jumat (3/11/2017) disebutkan pula sang oknum secara tak sengaja ditemui oleh tim Satpol PP Bangka saat menggelar razia di pinggir jalan Raya Desa Merawang.

Lokasi tambang tersebut hanya sekitar 10 meter dari aspal, persis di sebarang rumah warga bernama Hanafi.

Lokasi tersebut merupakan areal yang baru saja direboisasi pemerintah. Kawasan resapan air yang dimaksud digali oleh para pekerja, bahkan begitu dekat tiang listrik.

Ada sekitar tiga unit tambang di tempat ini, atau sekitar sembilan pekerja yang berkatifitas.

Para pekerja sama sekali tak mengubris kedatangan Pol PP. Mereka tetap menyemprot tanah di lubang camui (tambang), walau Pol PP sudah hampir sepuluh menit mengamati aktifitas mereka.

Walau sudah melihat keberadaan Pol PP dan wartawan, namun sang oknum tetap tak beranjak dari balik semak.

Sementara itu, tim Pol PP Bangka pada razia kali ini sebatas mengimbau agar penambang menghentikan aktifitas, dan segera membongkar peralatan.

Jika tambang itu tetap beroperasi, Sabtu (4/11/2017), tim Pol PP Bangka akan mengambil tindakan tegas.
(*)

Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help