BangkaPos/
Home »

Bisnis

» Makro

Sejumlah Toko Ritel Tumbang, CT Tak Gentar Malah Ekspansi 30 Transmart

Nggak ada masalah dengan toko fisik (konvensional). Terakhir kami buka Transmart di Palembang. Makanya kita bikin konsepnya harus beda

Sejumlah Toko Ritel Tumbang, CT Tak Gentar Malah Ekspansi 30 Transmart
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Pengusaha Chairul Tanjung. Pemilik Trans Corp Ini jadi orang terkaya ke lima di Indonesia pada 2013

BANGKAPOS.COM--Taipan lokal, pemilik imperium bisnis CT Corp, Chairul Tanjung, tak gentar menghadapi kondisi ritel konvensional yang sedang dilanda wabah "gulung tikar".

CT Corp, kata Chairul, justru akan semakin ekspansif dengan membuka 30 gerai TransMart baru di seluruh Indonesia hingga akhir 2018.

"Nggak ada masalah dengan toko fisik (konvensional). Terakhir kami buka Transmart di Palembang. Makanya kita bikin konsepnya harus beda," kata Chairul  menjawab KompasProperti, usai peletakan batu pertama Trans Park @ Juanda Bekasi, Jumat (3/11/2017). 

Menurut Chairul, setiap pekan, terutama hari kerja (weekdays) jumlah transaksi yang terbukukan di satu gerai TransMart sebanyak 6.000 transaksi.

Sementara jumlah pengunjung bisa 100.000 per weekdays dan 150.000 per akhir pekan (weekend). 

Lahan proyek Transmart di Jalan Dukuh Kupang Surabaya
Lahan proyek Transmart di Jalan Dukuh Kupang Surabaya (KOMPAS.com/Achmad Faizal)

Toko-toko yang tutup, lanjut sosok yang kerap dijuluki "Si Anak Singkong", ini tak bisa mengakomodasi perubahan zaman yang mulai memasuki era disruptive.  

Pada era disruptive ini, aktivitas generasi milenial tak pernah lepas dari penggunaan gawai pintar. Segala hal dilakukan dengan gawai pintar. Hanya, saat ini mereka belum punya cukup uang untuk berbelanja.

"Tetapi, lima tahun dari sekarang, pasti mereka punya cukup uang untuk berbelanja. Ini potensi yang luar biasa besar. Bayangkan, tiap tahun ada 4 juta kelahiran baru di Indonesia," tutur mantan menteri koordinator bidang perekonomian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Kendati demikian, dia melihat, saat ini porsi transaksi toko ritel fisik masih dominan ketimbang e-commerce. 

"Penggunaan teknologi untuk perdagangan atau e-commerce ini sebuah keniscayaan. Enggak bisa ditolak. Tapi, kan era disruptive enggak cuma soal teknologi, juga perubahan perilaku dan gaya hidup," ucap dia.

Karena itu, Chairul meyakini, jika banyak pengunjung yang melakukan swafoto atau selfie, lantas menyebarkan foto tersebut di media sosial, berarti toko itu laku.  

"Enggak peduli menu yang disajikan enak atau enggak. Yang penting bagus buat selfie, pasti ramai dan laku," imbuh dia.

Ada pun investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana 30 gerai baru TransMart ini senilai Rp 300 miliar per satu gerai. Itu artinya CT Corp harus merogoh pundi sekitar Rp 9 triliun.

Tags
Ritel
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help