BangkaPos/

Penyalahgunaan Obat Batuk Tertentu Sampai ke Desa

Gubernur Erzaldi Rosman Djohan minta pabrik obat batuk K ditutup lantaran obat ini kerap disalahgunakan untuk mabuk.

Penyalahgunaan Obat Batuk Tertentu Sampai ke Desa
bangkapos/Krisyanidayati
Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan bersama kepala BPOM RI Penny K. Lukito di Novotel, Senin (6/11/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gubernur Erzaldi Rosman Djohan minta pabrik obat batuk k ditutup lantaran obat ini kerap disalahgunakan untuk mabuk.

Ia mengatakan dirinya kerap mendapat laporan dari kepala desa banyaknya penyalahgunaan obat batuk tersebut di kalangan remaja karena dijual bebas.

"Pak kadesnya minta tolong jangan dijual lagi di warung, yang kaya ini pabrik bukan warung, bila perlu pabrik obat batuknya ini ditutup, lebih banyak membuat orang mabuk daripada jadi obat batuk," kata Erzaldi dalam seminar penyebaran informasi Generasi Muda Berprestasi Tanpa NAPZA, di Novotel, Senin (6/11/2017).

Tingginya penyalahgunaan obat batuk tersebut berdampak pada perusakan moralitas dan produktivitas generasi muda di Babel.

"Bukan rahasia umum, hampir tiap malam tidak ada desa yang tidak tercemar obat komik, setiap malam kamis dan Minggu terjual 1 dus 1 desa, saya harap pertemuan ini melegalkan kami untuk menarik obat-obat yang boleh kami tarik kalaupun tidak boleh ditarik tidak boleh dijual di warung-warung bebas," kata Erzaldi.

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help