Tergenang Banjir, Sawah di Desa Malik Terancam Gagal Panen

Hujan yang melanda Desa Malik, Kabupaten Bangka Selatan beberapa waktu lalu membuat persawahaan cetak sawah di Desa tersebut terendam

Tergenang Banjir, Sawah di Desa Malik Terancam Gagal Panen
ist
Cetak sawah di Desa Malik terendam banjir 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Hujan yang melanda Desa Malik, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan beberapa waktu lalu membuat persawahaan cetak sawah di Desa tersebut terendam oleh banjir.

Sebanyak 22 hektar dari total 57 hektar cetak sawah yang telah ditanami oleh padi, terendam oleh banjir, akibatnya banyak tanaman padi milik warga Desa Malik terancam gagal panen.

"Sampai saat ini masih tergenang, puncaknya waktu hujan tanggal 31 Oktober kemaren, sebanyak 22 hektar sawah terendam karena hujan," ujar Petugas Pengendali Organisme Penggangu tumbuhan (POPT) Kecamatan Payung Hotif, kepada wartawan, Senin (6/11/2017).

Menurut Hotif percetakan sawah di Desa Malik yang dicetak pada September 2017, Desa Malik sendiri memiliki lahan cetak sawah seluas 57 hektar.

"Status sawah dicetak sudah dibagai kelompok tani dan sudah dimanfaatkan sebanyak 57 hektar sudah di tanam padi. Penanaman tanggal 15 september 2017, kemudian pada saat ini kondisi terakhir hingga akhir Oktober tercatat 22 hektar terendam banjir statusnya tanaman telah busuk, atau gagal panen dan potensi kerusakan akibat banjir bisa bertambah sampai 57 hektar terendam sehingga gagal panen," ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila tidak mengalami banjir, padi yang telah ditanam, pada 15 September itu akan panen pada bulan Februari tahun 2018 nanti, namun karena terendam banjir sehingga akan terancam gagal.

"Penyebab banjir karena sawah itu baru cetak irigasi belum ada, masyarakat berharap gapotan dan pemerintah daerah dan pusat dinas terkait memperhatikan untuk membangun irigasi dan tanggul, kedua karena posisi sebelah sungai ada aktifitas tambang timah, akibatnya sungai itu mengalami pendangkalan aliran sungai menguap ketika hujan," paparnya.

Ia mengatakan, dengan adanya cetak sawah membuat masyarakat antusias untuk bertanam padi.

"Masyarakat sudah antusias untuk ditanami sangat berharap bisa diproduksi, karena berkaitan dengan pertahanan pangan kita yang punya masyarakat sudah dibagi bagi, terancam gagal," tukasnya.


Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help