BangkaPos/

Bupati Bateng Ibnu Saleh Terima Penghargaan Rekor MURI

Bupati Bangka Tengah menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada acara Gerakan Indonesia Membaca (GIM).

Bupati Bateng Ibnu Saleh Terima Penghargaan Rekor MURI
Bangka Pos
Bupati Bangka Tengah (Bateng) menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada acara Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Airmesu, Selasa (7/11). 

NAMANG, BANGKA POS -- Bupati Bangka Tengah (Bateng) menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada acara Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Airmesu, Selasa (7/11).

Pada kegiatan GIM tersebut, sebanyak 6.666 peserta mengkhatam Alquran dan terjemahannya sebanyak 114 kali. Hal ini pun mengganjar Bupati Bangka Tengah menerima penghargaan Rekor MURI.

Ibnu mengatakan dalam ajaran Islam pertama kali Alquran mengawali segala ajarannya dengan perintah untuk membaca. Membaca merupakan jendela dunia, dengan membaca kita dapat meningkatkan kemampuan kita tidak hanya secara kognitif namun juga afektif

Menurut Ibnu, membaca tidak hanya meningkatkan intelektualitas, namun juga meningkatkan kualitas emosional supaya menjadi pribadi yang matang, terutama dalam menghadapi tantangan era globalisasi dan keterbukaan dewasa ini, meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia merupakan salah satu kunci pokok untuk ikut bersaing dan diperhitungkan dalam kancah internasional.

“Pendidikan bukan hanya merupakan jalan keluar dalam meningkatkan intelek­tualitas kita semata, namun juga dapat meningkatkan kematangan emosional, agar kita dapat menjadi seorang manusia seutuhnya. Masalah yang kita hadapi sekarang adalah rendahnya minat baca anak-anak dan masyarakat kita.

Budaya membaca merupakan budaya yang masih asing dan belum dianggap suatu kebutuhan, padahal hanya dengan melalui membaca kita dapat menjelajahi dunia yang tak terbatas, melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang berbeda karena pengetahuan peng­alaman dan pendidikan kitalah yang menentukan sudut pandang kita sehingga semakin luar pengetahuan kita, semakin luas pulalah sudut pandang kita,” ujarnya.

6.666 peserta mengkhatam Alquran dan terjemahannya sebanyak 114 kali  pada acara Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Airmesu, Selasa (7/11).
6.666 peserta mengkhatam Alquran dan terjemahannya sebanyak 114 kali pada acara Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Airmesu, Selasa (7/11). ()

Dijelaskan Ibnu, berdasarkan laporan hasil survei Unesco pada tahun 2011 indeks minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, yaitu 00,1 persen. Ini artinya hanya satu orang dari 1.000 penduduk yang masih mempunyai minat baca tinggi.

Selain itu pada Maret 2016 lalu, Most Literate Nations in The Word telah merilis pemeringkatan literasi internasional dalam pemeringkatan tersebut, Indonesia berada di urutan ke-60 dari negara yang disurvei.

Laporan hasil survei ini begitu menjadi perhatian besar seluruh elemen bangsa, hal ini menunjukkan begitu penting kegiatan membaca ini, ada suatu pepatah berbunyi buku adalah jendela dunia, maka untuk membukanya adalah dengan cara membaca.

“Pemerintah Bangka Tengah sangat berkomitmen mendukung suksesnya program GIM ini agar terus dapat terselenggara secara berkesinambungan dan berkelanjutan dan pada hari bersejarah ini kita dapat ha­dir untuk bersama-sama menjatuhkan hari dan langkah untuk meningkatkan potensi literasi diri, lingkungan dan masyarakat kita sehingga dapat menunjang gerakan literasi nasional,” sebutnya.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help