Hampir 1000 Orang Tandatangani Petisi Save Laut Belitung

Penolakan besar-besaran sudah dilakukan oleh massa gabungan dari masyarakat umum, nelayan, penggiat wisata, aktivis lingkungan, serta

Hampir 1000 Orang Tandatangani Petisi Save Laut Belitung
IST
Tangkapan layar petisi dari IKPB terkait tambang laut di Pulau Belitung 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS. COM, BELITUNG- Hampir seribu orang telah mendatangani sebuah petisi berjudul SAVE LAUT BELITUNG/ TOLAK PENAMBANGAN TIMAH DI PERAIRAN BELITUNG di change.org yang dibuat oleh akun Ikatan Keluarga Pelajar Belitong.

Diposting sejak lima hari yang lalu, hingga pukul 20.08 WIB Rabu (8/11/2017), terpantau 944 orang telah membubuhkan petisi yang ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gubernur Babel, Bupati Belitung dan Bupati Beltim ini.

Dalam petisi tersebut disebutkan bahwa Perairan sekitar Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merupakaan satu wilayah amritim yang diprogramkan menjadi daerah unggulan wisata bahari nasional.

Negeri Laskar Pelangi dikenal dengan keindahan pantai berpasir putih dihiasi batuan granit raksasa, keberadaan spot-spot terumbu karang yang mempeseona, dan hasil tangkapan yang melimpah ruah.

Disebutkan pula bahwa, selain wisata, "perairan" Pulau Belitung telah lama menjadi sumber penghidupoan masyarakatnya secara turun temurun, khususnya penduduk pesisir.

Hasil laut yang melimpah, menjadi alasan kenapa warga pesisir di Negeri Laskar Pelangi ini dominan berprofesi sebagai nelayan.

Menurut data BPS, 106 ribu ton hasil laut (ikan) diperoleh dari lau Belitung sejka 2001-2016. Jumlah itu (menyumbang) lebih dari 50 persen hasil tangkapan ikan provinsi Bangka Belitung.

Namun, dua tahun terakhir warga Pulau Belitung diresahkan dengan merebaknya wacana ekspolitasi tambang timah lepas pantai.

Penolakan besar-besaran sudah dilakukan oleh massa gabungan dari masyarakat umum, nelayan, penggiat wisata, aktivis lingkungan, serta aliansi organisasi pemdua dan mahasiswa Pulau Belitung.

Petisi itu menyebutkan eksploitasi tabang timah perairan khusunya di laut akan sangat merugiakn masyarakat yang berdampak pada beberapa hal seperti meruposak ekosistem seperti terumbu karang, menghilangkan sumber pendapatan nelayan tradisional, dan bertolak belakang dengan RPJP daerah dan nasional di wilayah Pulau Belitung.

Petisi itu juga menyebutkan alasan bahwa aktivitas tambang laut tak sesuai dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo serta akan berdampak secara ekonomi dan sosial di daerah.

"Ingin kelestarian pantai di Belitung tetap terjaga dan tetap menjadi objek wisata bagi turis," tulis Iqval Yusuf dalam petisi tersebut.

"Saya menadatangani petisi ini karena saya lahir dan hidup di Pulau Belitung, jika bukan pemuda/i nya yang bergerak untuk memeprtahankan tanah kelahirannya sendiri terus siapa lagi?. Hendtikan mereka yang ingin menghancurkan masa depan anak cucu kita," tulis Ayie Suwita. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved