BangkaPos/

Erzaldi Rosman Djohan: Tekan Inflansi dengan Desa Mart Syariah

Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan lebih fokus menekan laju inflansi dibandingkan menaikan UMR

Erzaldi Rosman Djohan: Tekan Inflansi dengan Desa Mart Syariah
Bangkapos/idandimeikajovanka
Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan menjadi narasumber Seminar Nasional Ekonomi Syariah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan lebih fokus menekan laju inflansi dibandingkan menaikan UMR sesuai undang-undang sebesar 7 persen .

Alasannya, menghindari pengurangan karyawan oleh sejumlah perusahaan. Meskipun banyak mendapat protes, ia melakukannya dengan sejumlah pertimbangan.

Baginya, jika dinaikan secara optimal gaji menjadi 2,758.000 perbulan. Menyebabkan laju inflansi semakin tinggi dan belum tentu semua perusahaan mengikuti.

Sehingga, hanya dinaiki UMR 3,8 guna menghindari pengurangan karyawan yang mengakibatkan angka pengangguran bertambah.

“Ikan banyak tapi mahal, lada berkualitas namun harganya rendah. Mahal ikan tersebut tidak menjamin nelayan kayak karena tempulaklah meraup banyak keuntungan. Sama halnya dengan petani lada, saat panen harganya murah lalu di beli penimbun,” jelas Erzaldi, Jumat (10/11/2017).

Mengatasi problematika tersebut, ia berupaya melalui resi gudang. Sistem jual beli nelayan dan petani lada pun di rubah.

Caranya ummat digerakan mengumpulkan sedekah yang dikelola secara syariah,baik buat sektor perikanan, perkebunan, dan lainnya.

Ia menjelaskan kedepannya mengelolah dana desa melalui sistem yang sedang proses pembuatan. Nantinya, di bangun desa mart sesuai nama desa tersebut.

Bekerjasama dengan dewan mesjid di desa menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dan di bantu Pemerintah Provinsi.

Semua sistem online dan distributor di pegang orang-orang syariah, guna menghindari penyerongan aturan dari oknum tertentu.

“Insyaallah, setelah di bangun semua bantuan bersifat zakat, sedekat, dan lain sebagainya. Di salurkan pemerintah melalui satu kartu dan non tunai. Tinggal gesek di mart desa bisa dibelanjakan jadi terkendali bantuannya,” jelas Erzaldi.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help