BangkaPos/

Inilah Kelebihan Kita Mart di Bandingkan Minimarket Lain

Berbekal kekuatan daya ummat yang luar biasa, ia bermaksud melibatkan ummat tidak hanya sebagai konsumen tetapi juga produsen

Inilah Kelebihan Kita Mart di Bandingkan Minimarket Lain
bangkapos/idandimeikajovanka
Pendiri Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW), Ustad Valentino menjelaskan presentasi tentang kita mart 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pendiri Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW), Ustad Valentino Dinsi mengatakan Kita Mart merupakan langkah awal membangkitkan ekonomi ummat.

Berlandaskan sharing ekonomi mampu menciptakan kemandirian dan kesejahteraan dengan cara berbagi peran dan hasil. Hal itulah yang menjadi inti ekonomi syariah.

Lalu, ia berpikir jika sharing ekonomi tersebut di diterapkan kepada ummat yang masih bergairah pasca 212. Setelah bergelut sejak Januari 2017 bersama tim di MTW membinani kelahiran Kita Mart pertama di Jati Asih, Bekasi.

Alasan membuat minimarket karena ummat pasti membutuhkan produk kebutuhan sehari-hari.

Meskipun ada sejumlah pesaing merek lain yang lebih lama dan berpengalaman.yang menguasai pasar. Serta, jumlahnya lebih 37.000 outlet dan omset trilyunan.

Keadaan tersebut memaksanya berfikir menemukan Strategi Bersaing (Competitive Advantage) yaitu Value Creation Kita Mart.

Berbekal kekuatan daya ummat yang luar biasa, ia bermaksud melibatkan ummat tidak hanya sebagai konsumen tetapi juga produsen dan pemilik.

Ia menyebutkan Kita Mart berbeda dari minimarket lainnya, sebab hanya menjual produk halal dan bermanfaat bagi tubuh. Pembukaan gerainya hanya Rp.175 juta bersistem modal patungan dan dimiliki komunitas atau bersama, serta bebas Franchise Fee & Royalti Fee.

“Sebelum pembukaan gerai harus ada survey dan sesuai criteria, bukan semata masalah uang,” kata ustad  Valentino

Selanjutnya, ia menjelaskan melibatkan ulama dan investor yang mempunyai UMKM dapat menjadi supplier. Tranksaksinya pun transparan dengan memanfaatkan teknologi guna mengetahui secara nyata penjualan, provit retail, dan bagi hasil.

Uniknya, pembagian hasil setiap minggu atau bulan di Masjid. Penghasilan investor beragam tergantung jumlah belanjanya.

“Kita mart membantu membina masjid dan jama’ah yang bergabung dengan program-program Pembinaan Ekonomi Ummat Berbasis Masjid. Selain Kita Mart, ada pula 9 usaha yang dikembangkan, yaitu Bank tanah Indonesia, koperasi MTW Indonesia, buku best seller, kita peduli, kita pay, mtw radio, sekolah penghafal alqur’an, tahfidz digital, dan umroh kita,” kata kata ustad  Valentino. (*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help