BangkaPos/

Muhammad Syafii Antonio Tegaskan Perlu Gerakan Serius Ekonomi Berbasis Syariah

Kumpulkan uangnya dulu, lalu dirikan 14 hari selesai. Beri nama minimarketnya berdasarkan desa. Jihadnya bertahap, meskipun

Muhammad Syafii Antonio Tegaskan Perlu Gerakan Serius Ekonomi Berbasis Syariah
bangkapos/idandimeikajovanka
Pakar keuangan dan perbankan syariah di Indonesia, Muhammad Syafii Antonio menjadi narasumber Seminar Nasional Ekonomi Syariah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pakar keuangan dan perbankan syariah di Indonesia, Muhammad Syafii Antonio mengatakan Ekonomi Indonesia perlu gerakan serius berbasis jamaah dan syariah.

Sebab, saat ini kerap terjadi  perubahan kepemilikan asset nasional yang masiv. Terutama, produk yang dikonsumsi dan digunakan masyarakat hampir seluruh bukan produksi Negara.

“Jika dipersentasekan penguasaan ekonomi nasional, meliputi korporasi 58%, BUMN 24%, sektor formasi 10%, dan informal 8%. Masyarakat masuk ke 8% tersebut padahal jumlah muslim mencapai 85% dari jumlah penduduk,” kata Muhammad Syafii Antonio

Melihat hal tersebut, ia menilai perlu adanya penggalakan koperasi di masyarakat pedesaan. Terutama, koperasi produsen dan konsumen, seperti di Jakarta sudah banyak tergabung dalam koperasi syariah.

Contohnya, tergabung di gerakan pembela Al-quran 212 dan sejumlah koperasi milik ustad lainnya.

Ia menyebutkan, tantangannya koperasi syariah adalah upaya desa memiliki mart. Ia pun membagi kiat supaya berjalan dan berlangsung baik dalam jangka lama.

Caranya, di setiap warga menabung sejumlah uang tertentu dan kekuatan banyak jumlah massa membuat modal awal terasa ringan.

Menurutnya, perlu dimiliki bersama supaya semua masyarakat tergiring menjadi pembeli sekaligus pemilik.

Sehingga, tidak perlu dipusingkan mencari pembeli lalu setengahnya cari dari luar anggota. Ia mengatakan, minimarket desa ini dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

 “Kumpulkan uangnya dulu, lalu dirikan 14 hari selesai. Beri nama minimarketnya berdasarkan desa. Jihadnya bertahap, meskipun produk masih menjual produk luar tetapi bisa dirubah presentasenya menjadi produk milik UMKM masyarakat,” kata Muhammad Syafii Antonio.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help