BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Sudah Dideadline Satu Minggu, CV Kenanga Jaya Farm Tidak Indahkan Ultimatum Pemkab Bangka

Waktu tim satpol pp melakukan pengecekan masih ada sekitar 700 ekor di kandang, terdiri induk, anak, dan babi muda

Sudah  Dideadline Satu Minggu, CV Kenanga Jaya Farm Tidak Indahkan Ultimatum Pemkab Bangka
Bangkapos/Nurhayati
Peternakan babi milik CV Kenanga Jaya Farm, Jumat (10/11/2017) masih memiliki 700 ekor babi baik indukan, anakan dan babi muda yang diternak di peternakan tersebut. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tim Satpol PP Kabupaten Bangka dipimpin Danton Roni Isroq, Jumat (10/11/2017) mendatangi peternakan babi berskala besar milik CV Kenanga Jaya Farm di Kelurahan Kenanga.

Pasalnya Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka M Dalyan Amrie melalui Surat Nomor 312/409/III/2017 yang ditujukan Direktur CV Kenanga Jaya Farm memberikan deadline agar pihak peternakan tersebut menghentikan aktivitas dan mengosongkan atau memindah ternak babi milik perusahaan tersebut ke tempat lain.

Padahal batas waktu yang diberikan dari tanggal 2 hingga tanggal 8 November 2017.

Namun hingga saat ini ketika didatangi Tim Satpol PP ternyata pihak peternakan babi tersebut tidak mematuhi deadline yang diberikan Pemkab Bangka.

Pihak perusahaan tersebut tidak menjual babi maupun mengosongkan dan memindahkan babi-babi di peternakan mereka.

Bahkan masih ada sekitar 700 babi indukan, anakan dan babi muda di kandang milik CV Kenanga Jaya Farm.

"Waktu tim satpol pp melakukan pengecekan masih ada sekitar 700 ekor di kandang, terdiri induk, anak, dan babi muda. Mereka dari perusahaan tidak mengindahkan surat penghentian dan peringatan Satpol PP Bangka," sesal Kasatpol PP Kabupaten Bangka M Dalyan Amrie melalui Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman saat dikonfirmasi bangkapos.com, Jumat (10/11/2017).

Dia khawatir jika pihak peternakan babi tidak mengindahkan surat peringatan yang diberikan Pemkab Bangka tersebut, maka warga bisa saja bertindak anarkis.

Pasalnya warga di Lingkungan Air Kenanga sudah gerah dengan keberadaan peternakan babi berskala besar yang sangat dekat pemukiman dan menimbulkan bau busuk dari kotoran limbah peternakan tersebut.

Bahkan sudah ada dua keluarga yang rumahnya di sekitar peternakan babi itu yang pindah ke daerah lain.

"Apakah perusahaan babi ini mau ditindak anarkis warga, karena warga sekitar menolak keberadaan peternakan tersebut. Apalagi masyarakat sudah menandatangani pernyataan tidak setuju," tegas Suherman.

Untuk itu lanjutnya solusi yang baik harus pihak CV Kenanga Jaya Farm yang menjual sendiri atau memindahkan babi-babi di peternakan itu. "Kalau kayak gini mereka tidak kooperatif. Melawan pemerintah namanya atau mau masyarakat anarkis," sesal Suherman.

Dia menyatakan, jika pihak perusahaan tidak mematuhi ultimatum yang diberikan oleh Pemkab Bangka maka peternakan tersebut akan disegel.

"Sanksi bisa disegel kandang babi tersebut. Nanti silakan kalau ada pihak yang berminat mau beli, uang bisa kita sita untuk negara. Anggota satpol pp ini muslim, tapi mereka mau menghitung babi ke kandang satu-satu yang baunya minta ampun bisa muntah. Jadi tolong pemilik ini ikuti perintah peraturan daerah ini," tegas Suherman.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help