BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Tersangkut Kasus Pengeroyokan, Tiga Pemuda Kota Kapur Ditangkap di Pondok Kebun

Kita langsung mengepung pondok tersebut dan kemudian menangkap para pelaku dan mengamankan mereka ke Kantor Polsek

Tersangkut Kasus Pengeroyokan, Tiga Pemuda Kota Kapur Ditangkap di Pondok Kebun
KOMPAS.com/ EDI JUNAEDI
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tiga orang pemuda asal Desa Kota Kapur Kecamatan Mendobarat Bangka ditangkap polisi.

Mereka masing-masing Madani alias Dani (19), Al Ansor alias Ansor (22) dan Nawi alias Bopeng (21).

"Tiga orang ini kita tangkap atas tuduhan melakukan pengeroyokan pada warga Desa Penagan Kecamatan Mendobarat, yaitu Bahari alias Bahri (23)," kata Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kapolsek Mendobarat AKP Hendra Wirman kepada Bangka Pos Group, Jumat (10/11/2017).

Kronologis penangkapan bermula, Sabtu (4/11/2017) sekitar Pukul 21.00 WIB. Ketika itu Unit Reskrim, Unit Intel dan Babinkamtibmas Desa Kota Kapur Polsek Mendobarat mendapat informasi dari masyarakat bahwa tiga pelaku sedang kumpul di sebuah pondok kebun desa setempat.

Berbekal informasi tadi, tim dipimpin Kapolsek langsung menuju tempat yang dimaksud. Sesampai di Desa Kota Kapur, tepatnya disebuah pondok kebun didapati tiga tersangka sedang duduk santai dalam pondok.

"Kita langsung mengepung pondok tersebut dan kemudian menangkap para pelaku dan mengamankan mereka ke Kantor Polsek Mendobarat guna dilakukan pemeriksaan," katanya.

Pengeroyokan  terjadi, Tanggal 3 Nopember 2017 sekitar Pukul 22.30 WIB di Desa Kota Kapur.

Tiga tersangka secara bersama-sama memukul korban, tepat pada bagian kepala,  mulut serta tubuh korban menggunakan tangan.

Akibatnya, korban mengalami luka memar pada bagian kepala dan robek pada bagian mulut. 

Ketika itu korban bersama temannya (saksi) hendak pulang dari Desa  Kota Kapur menuju ke Desa  Penagan. Namun dalam perjalanab, korban dan seorang temannya, Marsiansyah dihadang pelaku.

"Tersangka Dani menarik kerah baju saksi Mardiansyah sembari berkata " ade ape pok nyari ku". Saksi Mardiansyah berontak dan menepis pegangan tangan Tersangka Dani. Korban Bahari menolong dengan cara melerai, namun para dltersangka malah memukuli korban Bahari . Sedangkan Saksi Mardian malah kabur," papar Kapoksek memastikan telah mejerat para tersabgka menggunakan Pasal 170 KUHP.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help