Pria ini Beli Kawasaki Ninja 64 Juta Pakai Uang Koin, Dealer Awalnya Tak Percaya

Pria ini Beli Kawasaki Ninja 64 Juta Pakai Uang Koin, Dealer Awalnya Tak Percaya

Pria ini Beli Kawasaki Ninja 64 Juta Pakai Uang Koin, Dealer Awalnya Tak Percaya
TRIBUNNEWS.COM
Pria asal Magetan, Jawa Timur saat membeli motor Kawasaki Ninja 250 cc seharga Rp 64 juta pakai uang koin, di sebuah dealer di Ponorogo. 

BANGKAPOS.COM, PONOROGO - Foto pasangan suami istri bernama Eko Margono (40) dan Ernawati (35) yang diunggah oleh akun instagram @kawasaki_madiun pada Rabu (8/11/2017) ramai dibicarakan netizen.

Kedua warga Kabupaten Magetan ini baru saja membeli motor Kawasaki Ninja 250 cc secara cash di sebuah dealer Kawasaki di Ponorogo.

Yang membuat foto itu menarik, tampak keduanya membayar motor sport seharga Rp 64 juta itu menggunakan uang koin pecahan seribu.

//

Pemilik Dealer Kawasaki Madiun yang memiliki cabang di Magetan dan Ngawi, Heru Erlangga ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu.

Menurutnya, sekitar seminggu yang lalu ada seorang pembeli yang membayar lunas motor Kawaski Ninja 250 cc menggunakan uang receh.

"Jadi itu seminggu yang lalu, ada bapak dan ibu ingin membeli motor Ninja 250 cc dengan uang koin, tanya bisa diterima atau enggak. Dan saya menerima," kata Heru saat dihubungi, Jumat (10/11/2017) sore.

Alasannya, ia ingin mengapresiasi terhadap customer yang memiliki tekad begitu kuat untuk membeli motor Kawasaki Ninja 250 cc dengan cara menabung selama dua tahun.

"Akhirnya saya memustukan menerima, pertama dia seorang customer. Tekadnya ingin memiliki Motor Ninja harus kita mengapresiasi, dia menabung sekian tahun hanya untuk membeli Ninja," tegasnya.

Selain itu, kata Heru, sesuai dengan undang-undang, uang pecahan koin berlaku sebagai pembayaran.

"Menurut undang-undang uang koin pun merupakan uang pembayaran yang sah. Kalau saya tolak kan melanggar undang-undang. Jadi saya terima," jelasnya.

Heru menuturkan, saat itu pembelinya yang "langka" tersebut mengatakan, bahwa dia akan membayar tunai bila tipe motor yang diinginkan yakni Kawasaki 250 cc warna hitam tersedia tanpa inden.

Menurutnya, baru kali ini ada pembeli yang membeli motor menggunakan pecahan uang koin.

"Ya kaget, saya membayangkan menghitungnya sedemikian sulitnya," katanya.

Dikatakan Heru, pembelinya itu membayar menggunakan uang koin sebanyak Rp 42 juta, sedangkan sisanya dibayar menggunakan uang pecahan Rp 100 ribu.

"Sebagian uang koin, sebagian kertas. Yang koin sekitar 42 juta sekian, sisanya tunai mata uang pecahan Rp 100 ribuan," ucapnya.

Karena unik dan beru pertama terjadi, ia mengabadikan momen itu dan mengunggahnya di akun instagramnya.

Dia tak menyangka, ternyata banyak netizen yang penasaran dan setengah tidak percaya.

"Banyak yang bertanya di instagram, masa bisa mengumpulkan uang receh sebanyak, Rp 42 juta selama dua tahun," ujarnya.

Heru manambahkan, pembelinya itu berprofesi sebagai penjual daging giling yang melayani para penjual bakso dan pentol.

"Kerjanya pengusaha daging giling untuk bakso pentol. Setiap ada orang yang menggilingkan daging, sebagian bayarnya pakai uang koin, itu langsung dikumpulkan terus, setelah terkumpul banyak dia pakai untuk beli Ninja," terangnya.

Heru menambahkan, tak sulit untuk menghitung uang pecahan koin seribuan itu. Sebab, uang koin itu sudab dimasukan plastik untuk setiap Rp 100 ribu.

Meski demikian, karyawannya sempat kesulitan karena beberapa plastik berisi uang koin pecah.

"Nggak susah (menghitungnya). Saya sudah percaya, dia pengusaha dan saya pengusaha," katanya.

Kini, uang koin itu telah habis ditukar oleh relasinya yang membutuhkan uang koin untuk uang pengembalian di tokonya masing-masing. (Surya/Rahadian Bagus)

Editor: teddymalaka
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved