BangkaPos/

74 Kater Nelayan Angkat Hampir 1 Ton Ikan dari Laut Beltim

Sebanyak 74 kater milik nelayan dari Pantai Burung Mandi turun ke laut dan ikut serta dalam Festival Irau Pantai

74 Kater Nelayan Angkat Hampir 1 Ton Ikan dari Laut Beltim
IST
Festival Irau Pantai di Pantai Burong Mandi, Desa Burung Mandi, Kabupaten Beltim, Minggu (12/11/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Sebanyak 74 kater milik nelayan dari Pantai Burung Mandi turun ke laut dan ikut serta dalam Festival Irau Pantai, Desa Burung Mandi, Minggu (12/11/2017) siang.

Turun pagi hari dan sudah kembali pada siang harinya, para nelayan tradisional ini berhasil mengangkat total hampir 1 ton ikan dari perairan pesisir Beltim, dan hampir semuanya adalah ikan Kerisi.

Festival Irau Pantai adalah agenda pariwisata tahunan di Desa Burung Mandi sejak 2011. Warga Burung Mandi, Koko Haryanto mengatakan, event ini adalah event wisata untuk mempopulerkan agenda tahunan ikonik wisata Pantai Burung Mandi: Bakar Kerisi Massal.

"Total hasil yang didapat dari lomba mancing ini sebanyak 894 kg, mayoritas Kerisi. Hasil ikan Kerisi yang didapat dibakar sama-sama oleh seluruh masyarakat setempat ataupun pengunjung. Itu daya tariknya," ujar Koko, yang juga Mantan Kades Burung Mandi serta Anggota DPRD Beltim ini kepada Pos Belitung, Minggu (12/12/1017).

Koko mengatakan, pada festival itu, nelayan yang mendapat juara satu berhasil mengangkut ikan dari laut pesisir Beltim sebanyak 39 kilogram. "Yang dapat juara pertama itu 39 kilogram, Kan luar biasa, kalau dikali Rp 20 ribu saja sudah berapa penghasilan dia. Hampir Rp 800 ribu tak sampai sehari," ujar Koko.

Festival Irau Pantai rutin digelar pada November setiap tahunnya. Acara ini juga merupakan acara keselamatan laut di Desa Burung Mandi dan telah masuk kalender event wisata di Beltim. "Di Burung Mandi itu ada paket wisata mancing Kerisi. Kami minta dan berharap pelaku wisata memikirkan upaya mengadvokasi warga dan membimbing wisatawan ke sini," ujar Koko.

Koko mengatakan, Kerisi tergolong jenis ikan yang relatif tak mengenal musim dan relatif mudah didapat. Jika cuaca bagus, seorang nelayan sanggup mengangkat 20 kilogram Kerisi dari laut pesisir Beltim.

"Rata-rata pendapatan nelayan satu hari, jika cuaca bagus itu 15-20 kilogram. Jarak mancingnya juga tidak jauh. Bayangkan betapa berharganya laut pesisir. Kami berharap agar laut tetap terjaga, ini potensial dan berharga bagi bidang perikanan tangkap," ujarnya. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help