BangkaPos/

Cerita Dwiki yang Terkejut Mahalnya Nasi Goreng di Malioboro

Dia bilang satu porsi nasi goreng harganya Rp 20.000. Karena saya nggak mau debat, saya pergi.

Cerita Dwiki yang Terkejut Mahalnya Nasi Goreng di Malioboro
(KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO)
Pedagang kaki lima menjajakan dagangan di trotoar Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (15/4/2016). 

BANGKAPOS.COM--Belakangan ini viral di media sosial soal unggahan warganet yang menceritakan pengalamannya makan nasi goreng kaki lima di sekitaran Malioboro, Yogyakarta.

Warganet itu adalah seorang mahasiswa dari salah satu univeritas swasta di Yogyakarta, Muhammad Dwiki Bagaskara. Ia membenarkan bahwa tulisan yang diunggahnya ke akun media sosial Facebook bernama Info Cegatan Jogja pada Selasa (7/11/2017) telah viral.

“Iya setelah satu jam unggah (tulisan di media sosial Facebook) udah ada 1.000 orang yang komentar. Beberapa mengomentari bahwa itu (harga nasi goreng) nggak wajar. Tapi saya biarkan aja walau banyak yang komentar,” ujar Dwiki saat dihubungi KompasTravel, Jumat (10/11/2017).

Dwiki bercerita pada Minggu (4/11/2017) lalu, ia sempat menginap di salah satu hotel di wilayah Malioboro bersama ayahnya juga teman sang ayah.

Sekitar pukul 19.00 WIB, mereka bertiga ingin mencari makanan di sekitar hotel. Namun, dia mengaku tak mau jauh-jauh mencari tempat makan karena kondisi cuaca saat itu sedang hujan.

Penjaja makanan pertama yang ia lihat adalah gerobak penjual nasi goreng. Singkat cerita, setelah sampai di sana, Dwiki pun memesan tiga nasi goreng telur, satu es teh manis, satu teh manis hangat, dan satu teh tawar hangat.

“Pas pesan itu nggak ada daftar harganya, saya juga nggak nanya. Karena saya merasa sudah terbiasa makan di Yogya. Saya kuliah di sini, sudah satu tahun. Sepengetahuan saya paling (harganya) nggak sampai Rp 15.000,” kata Dwiki.

Namun ekspektasinya salah. Usai makan, penjual mengatakan total harga makanan sebesar Rp 88.000. Dwiki mengaku terkaget.

“Yang bayar memang teman ayah saya, tapi karena saya kaget, ya saya tanya lagi ke penjual. Dia bilang satu porsi nasi goreng harganya Rp 20.000. Karena saya nggak mau debat, saya pergi. Sampai di hotel saya pun ingin menanyakan apakah harga tersebut wajar atau tidak, makanya posting ke Facebook itu tapi saya sama sekali nggak sebut nama warung dan penjualnya, saya hanya ingin tanya,” kata dia.

Mahasiswa asal Sumatera ini menilai harga nasi goreng yang dibelinya saat itu cukup mahal. Sebab, kata dia, biasanya di Yogya jika membeli menu yang sama bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah.

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help