Menkominfo: Menulis di Media Sosial Tanpa Nama itu Kurang Jantan

Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) RI, Rudiantara menghimbau masyarakat agar segera meregistrasikan kartu perdana

Menkominfo: Menulis di Media Sosial Tanpa Nama itu Kurang Jantan
bangkapos.com/Ardhina Trisila Sakti
Diskusi Nasional Generasi Milenial Membangun Konten Positif di Bangka Belitung dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) RI, Rudiantara menghimbau masyarakat agar segera meregistrasikan kartu perdana sebelum terlambat.

Hingga kini menurutnya proses registrasi kartu oleh masyarakat sejak 31 Oktober 2017 dinilai berjalan baik hingga mencapai 57 juta pelanggan yang sudah melakukan registrasi kartu perdana.

"Registrasi kartu waktunya tak lebih dari 1 menit tak berbayar. Cukup kasih informasi NIK KTP dan nomor kartu keluarga, tidak ada yang lain," tegasnya saat menjadi pembicara dalam Diskusi Nasional Generasi Milenial Membangun Konten Positif di Bangka Belitung, Senin (13/11) di STKIP Muhamadiyah Pangkalpinang.

Ditanya tanggapannya mengenai langkah registrasi kartu perdana sebagai ketegasan pemerintah untuk membasmi hoax. Rudiantara menjawab pertanyaan ini dengan istilah perumpamaan sastra.

"Transparasi itu penting. Kalau mau menulis (di media sosial) tanpa diketahui nama penulisnya itu kurang jantan. Itu hanya terjadi di dunia sastra, sastrawan zaman dulu biasanya menggunakan nama alias,"ujar Rudiantara mengumpamakan.

Meski demikian ia berpesan agar pengguna media sosial kini harus berhati-hati dalam mengekspresikan tingkahnya di dunia maya.

"Jangan menyebarkan konten negatif dan bersifat provokasi,"tegasnya saat diwawancara Bangka Pos.

Soal kekhwatiran pelanggan pengguna telepon genggam, Rudiantara pun meyakinkan agar masyarakat tak perlu takut terhadap tindak penyalahgunaan data kartu perdana. Pasalnya Desember 2016 lalu ia sudah mengeluarkan peraturan menteri agar operator tidak boleh melakukan tindak penyalahgunaan pribadi milik pelanggan.

"Kita tau bahwa masyarakat ada menerima penawaran kredit via sms namun dengan itu (permen) tindakan itu bisa diminimalisasi. Bagi provider yang melanggakan akan ada sanksi administratif sampai izinnya dicabut,"

Diketahui pemerintah sudah mempersiapkan infrastruktur Palapa Ring untuk meningkatkan akses internet kecepatan tinggi di semua kabupaten dan kotamadya seluruh Indonesia.

Namun Rudiantara menilai bahwa fasilitas kecepatan internet harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat yang bijak memanfaatkan internet terutama kaum muda.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved