BangkaPos/

UPI Plat Merah Belitung Kesulitan Tekan Inflasi Produk Ikan

Unit Pegolahan Ikan (UPI) plat merah milik pemerintah, UPI Perum Perindo ternyata kewalahan menekan inflasi

UPI Plat Merah Belitung Kesulitan Tekan Inflasi Produk Ikan
bangkapos.com/Zulkodri
Indra Aristyan 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Unit Pegolahan Ikan (UPI) plat merah milik pemerintah, UPI Perum Perindo ternyata kewalahan menekan inflasi dari sektor perikanan, lantaran fasilitas yang dimiliki UPI yang baru berdiri 2015 lalu, di Kabupaten Belitung belumlah memadai.

Kendati demikian kehadiran UPI Perum Perindo, menurut Koordinator UPI Perum Perindo Belitung, Indra Aristyan dapat mengurangi anjloknya harga jual ikan dari nelayan.

" Kita baru berkutat di ekspor Cumi dan Kepiting. Kalau ikan ada juga dari nelayan, tetapi sedikit untuk ikan kecil-kecil saja, stocknya agak susah. Kita bersaing dengan UPI swasta, kalau mereka sudah punya kapal sendiri jadi stock mereka selalu ada. Sedangkan kita tidak ada. Tetapi kata nelayan disini kehadiran UPI bisa buat harga jual ikan nelayan bersaing, yang biasanya UPI swasta ambil ikan dengan harga rendah, dengan adanya UPI ini, bisa bersainglah, cukup tinggi," ujarnya saat ditemui bangkapos.com, Senin (13/11/2017).

Untuk daya tampung, atau tempat penyimpanan ikan, diakui Indra mereka memiliki Cold Storage yang bisa menampung sebanyak 30 ton hasil laut. Namun untuk Air Blast Freezer (ABF) atau proses pembekuan ikan hanya memiliki kapasitas 1,5 ton.

" Kita agak sulit, mendapat stock selain kapasitas ABF masih kecil, kita juga bersaing dengan pihak UPI swasta. Sehingga mau terkadang kita kekurangan stock. Ini saja modal kita belum muter, karena belum ada pembayaran awal bulan ini," ucap Indra

Saat disingung, apa peran dari UPI sendiri dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan harga ikan saat musim paceklik.

Serta apakah bisa disamakan fungsinya seperti Perum Bulog diakui Indra pihaknya kesulitan, lantaran UPI hanya bertugas menekan harga ikan biar tidak anjlok. Sedangkan lebih dari itu, pihaknya tidak punya otoritas penuh seperti Bulog.

" Saya contohkan seperti di Merauke, di sana ada batas standart harga hasil laut, ini biasa ditetapkan oleh pemerintah. Disini saya tidak tahu, apakah ada, atau tidak. Kalau kami yang menetapkan, bisa repot, karena bisa jadi bumerang buat kami," ujar Indra yang mengaku baru dua bulan menjabat sebagai koordinator UPI Perum Perindo di Belitung.

Penulis: zulkodri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help