BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Babel Terbentuk Jadi Provinsi Karena Adanya Kemauan Politik Para Tokoh Presidium

Wakil Gubernur Babel, H Abdul Fatah mengatakan berdirinya Provinsi Bangka Belitung ini karena adanya kemauan politik dari para tokoh presidium

Babel Terbentuk Jadi Provinsi Karena Adanya Kemauan Politik Para Tokoh Presidium
bangkapos/nurhayati
Wakil Gubernur Babel H Abdul Fatah berfoto bersama dengan Mantan Bupati Bangka H Yusroni Yazid, Tokoh Presidium Pembentukan Provinsi Babel Amung Tjandra dan para tokoh presidium, Selasa (14/11/2017) di Gedung Sepintu Sedulang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Wakil Gubernur Babel, H Abdul Fatah mengatakan berdirinya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini karena adanya kemauan politik dari para tokoh presidium pembentukan provinsi agar Bangka Belitung bisa menjadi provinsi.

Diakuinya adanya keinginan kuat dari masyarakat untuk membentuk provinsi sendiri karena untuk mendekatkan pelayanan publik dan meningkatkan daya saing agar sedikit demi sedikit masyarakat di Bangka Belitung menjadi sejahtera.

Hal ini disampaikan Fatah saat seminar pertemuan para tokoh Presidium Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan masyarakat, Selasa (14/11/2017) di Gedung Sepintu Sedulang.

Seminar ini mengambil tema mewujudkan kedaulatan pangan dan memperkuat hasil perikanan melalui agropolitan dan pengelolaan hasil-hasil perikanan. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke 17 tahun pada tanggal 21 November 2017 nanti.

"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini dimana apakah sudah berada di jajaran kedaulatan pangan? Kita melihatnya secara fair. Sudah berada dalam kedaulatan pangan apakah sudah swasembada pangan, sembilan bahan pokok? Saya rasa satu juga belum seperti beras belum swasembada, kita masih ditataran ketahanan pangan," ungkap Fatah.

Dikatakanya, jika sudah sampai kedaulatan pangan maka provinsi sudah mampu untuk memutuskan ekspor atau tidak. Namun diakui Fatah perjuangan ini masih jauh karena saat ini Babel baru membangun ketahanan pangan.

Untuk menguatkan ketahanan pangan lanjutnya pemerintah provinsi melakukan intervensi pasar, bukan melalui mensubsidi harga tetapi dengan membentuk satgas pangan. Satgas pangan ini melakukan operasi pasar.

"Saat memasuki hari besar keagamaan satgas masuk bagaimana agar harga daging tidak melambung tinggi, dengan mengundang para distributor untuk bergabung," jelas Fatah.

Selain itu juga menurutnya aparat penegak hukum bergerak mengingat pelaku usaha agar tidak menaikan harga barang-barang kebutuhan pokok.

"Di bidang pertanian perkebunan masyarakat mengeluh harga lada dan karet murah. Kita coba bersama kabupaten/kota melahirkan resi gudang saat panen harga lada murah petani bisa menyimpannya di resi gudang ketika harga tinggi bisa mengambil atau menjual ladanya. Pemerintah mengakses buyer yang akan membeli langsung. Kita memediasi masyarakat agar menerima harga bersih dari buyer. Pemerintah hanya mendapat sedikit dari iuran masyarakat menyimpan di resi gudang," jelas Fatah.

Selain itu, pihak provinsi juga melakukan koordinasi dengan pihak pelabuhan. Misalnya saat bulan Ramadhan kapal antri di Pelabuhan Pangkalbalam maka satgas bergerak meminta pihak pelabuhan agar pasokan barang tertentu diprioritaskan terutama pangan.

Sedangkan di Belitung di Tanjung Kelayang pertumbuhan kini luar biasa dan sudah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus. Bahkan saat ini Bandara HAS Hanandjoeddin sudah ditingkatkan menjadi penerbangan internasional. Sekarang baru melayani rute Tanjung Pandan-Kualalumpur dan Kualalumpur-Tanjung Pandan, serta Tanjung Pandan-Singapura dan Singapura-Tanjung Pandan dengan reguler 10 penerbangan.

"Ini sebagai pemantik akan merambah ke Pulau Bangka. Karena di Bangka juga menjadi Kawasan Ekonomi Khusus bidang pariwisata di Tanjung Gunung dan Tanjung Pesona.
Kalau ada potensi parowisata di bangka mengapa tidak jika wisatawan jenuh ke Belitung bisa ke Bangka. Kita juga akan buat jembatan kerjasama Babel membangun dari Belitung ke Basel untuk mendirikan marine park, dari Selat Nasik, Sadai dan Pongok jadi marine park. Bahari dunia yang kita inginkan," harap Fatah.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help