BangkaPos/

Empat ABK Yongtat Belum Ditemukan, Tim SAR Sementara Hentikan Penyelaman

Faktor dihentikannya evakuasi penyelaman, karena para penyelam yang sudah bekerja merasa lelah dan perlu istirahat

Empat ABK Yongtat Belum Ditemukan, Tim SAR Sementara Hentikan Penyelaman
Bangkapos/Riki Pratama
Proses pencarian korban tenggelamnya kapal tugboat Yongtat 9 di perairan Bangka Selatan, pada Minggu (11/11) lalu 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Tim gabungan SAR pencari korban kapal tugboat TB Yongtat 9 yang tenggelam pada Jumat (10/11) lalu di perairan Pongok, Bangka Selatan sementara waktu terpaksa menghentikan proses evakuasi penyelamannya.

Selama empat hari pencarian dari total enam korban yang hilang baru dua korban yang ditemukan, ia adalah Juru masak kapal Septian Agus Dwi pria asal Pati Jawa Tengah dan Masinis Hengki Fanma Meihendra pria asal Jombang, Jawa Timur sementara empat orang korban lainnya  belum diketahui keberadaannya.

Tim SAR gabungan pada Selasa (14/11)  tidak melakukan kegiatan pencarian ke lokasi tenggelamnya kapal.

Mereka hanya melakukan pemantauan dari pelabuhan PPI Sadai, Kecamatan Tukak Sadai.

"Faktor dihentikannya evakuasi penyelaman, karena para penyelam yang sudah bekerja merasa lelah dan perlu istirahat, para penyelam ini telah bolak balik melakukan penyelaman hinga kedalaman 50 meter, selain kesulitan lain yaitu mengelurkan korban yang dirasa kondisinya telah membengkak dengan pintu sempit tak bisa dibawa keluar dari dalam kapal," jelas Kornelis Kasi Operasi Basarnas Kantor SAR Pangkalpinang kepada wartawan, Selasa (14/11/2017)

Diberitakan sebelumnya kejadian tenggelamnya kapal tugboat Yongtat 9 terjadi pada Jum’at, (10/11) pukul 04.50 WIB, ketika itu tiba-tiba cuaca gelap dan angin sangat kencang di laut.

Kapal tugboat yang berangkat dari Tanjung priok Jakarta menuju Pelabuhan Pangkalbalam ini membawa tongkang kosong dan tenggelam di perairan Pongok dengan kedalaman 54 meter.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help