BangkaPos/

Fakta tentang 1.300 Warga di Papua Disandera, Sebut TNI-Polri Tipu-tipu Hingga Nama DPO

Fakta tentang 1.300 Warga di Papua Disandera, Sebut TNI-Polri Tipu-tipu Hingga Nama DPO

Fakta tentang 1.300 Warga di Papua Disandera, Sebut TNI-Polri Tipu-tipu Hingga Nama DPO
Wikipedia
PETA Papua 

BANGKAPOS.COM, JAYAPURA --- Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di area Freeport, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, hanya menjadikan anggota TNI dan Polri sebagai sasaran.

Hal itu disampaikan Gusby Waker alias Gusti, komandan lapangan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka, Kodap III, Mimika, atau yang disebut polisi sebagai Kelompok KKB, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (13/11/2017).

“Kita hanya melakukan penyerangan terhadap TNI dan Polri saja. Masyarakat tidak. TNI dan Polri itu suka tipu-tipu,” kata Gusti.

Gusti mengaku pihaknya menyandera ratusan warga pendatang dan warga lokal Papua. Mereka menahan warga keluar dari kampung.

//

“Kami melarang masyarakat untuk keluar dari kampung, sudah satu bulan. Semuanya saat ini masih sehat,” katanya.

Gusti mengakui pihaknya sempat menganiaya warga dan hal itu viral di media sosial.

“Itu masyarakat kami aniaya, karena mereka kerja sama dengan TNI dan Polri, sehingga kita berikan hukuman,” paparnya.

Gusti menambahkan, pihaknya tak akan melepaskan tiga kampung yang dikuasai kelompoknya selama tiga pekan ini.

“Ada sekitar 3.000 anggota kami yang berada di Tembagapura. Kami akan menembaki aparat TNI dan Polri yang berani memasuki tiga kampung ini,” tegasnya.

Sayang ketika hendak ditanyai tentang tuntutan mereka, komunikasi dengan Gusti terputus.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help