BangkaPos/

Fakta tentang 1.300 Warga di Papua Disandera, Sebut TNI-Polri Tipu-tipu Hingga Nama DPO

Fakta tentang 1.300 Warga di Papua Disandera, Sebut TNI-Polri Tipu-tipu Hingga Nama DPO

Fakta tentang 1.300 Warga di Papua Disandera, Sebut TNI-Polri Tipu-tipu Hingga Nama DPO
Wikipedia
PETA Papua 

Non Papua dan Penduduk Asli

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Boy Rafli Amar, Kamis (9/11/2017), saat dihubungi melalui ponselnya, mengatakan, setidaknya ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, yang dilarang keluar dari kampung itu oleh KKB.

Hal itu diungkapkan menyikapi isu penyekapan terhadap ratusan warga yang tinggal di sekitar areaFreeport yang dilakukan kelompok bersenjata. 

“Saat ini di Kampung Kimbely terdapat sekitar 300 warga non-Papua yang sebelumnya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang oleh kelompok bersenjata dilarang bepergian keluar kampung tersebut,” ungkap Boy Rafli.

Di Desa Banti yang lokasinya berdekatan dengan Kampung Kimbely, lanjut dia, informasinya ada sekitar 1.000 penduduk asli setempat juga dilarang bepergian.

“Diperkirakan jumlahnya mencapai 1.300 orang yang dilarang keluar dari daerah itu. Semua barang mereka juga dirampas kelompok ini. Lebih kurang seperti itu. Detail informasi yang terjadi di sana masih terus didalami,” ucapnya.

Saat ini, Polri bersama unsur TNI berupaya melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif agar masyarakat bisa terbebas dari intimidasi dan ancaman kelompok bersenjata. 

21 Orang Kelompok Bersenjata di Papua yang Masuk DPO

Sebanyak 21 orang anggota Kelompok Kriminal Besenjata (KKB) masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Kepolisian Resort (Polres) Mimika, Papua.

Mereka merupakan pelaku sejumlah aksi teror penembakan di area Freeport, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help