BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Pembangunan Pasar Inpres Ditunda, Dana Rp 3 Miliar Lebih Dikembalikan ke Kas Negara

Thony Marza mengakui proyek pembangunan Pasar Inpres Kabupaten Bangka belum dapat dilaksanakan.

Pembangunan Pasar Inpres Ditunda, Dana Rp 3 Miliar Lebih Dikembalikan ke Kas Negara
bangkapos.com/Nurhayati
Thony Marza 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka Thony Marza mengakui proyek pembangunan Pasar Inpres Kabupaten Bangka belum dapat dilaksanakan.

Pasalnya terkait dengan lahan yang akan dibangun ada aturan dan syarat-syarat teknis mengenai Dana Alokasi Khusus (DAK).

Apalagi lokasi Pasar Inpres tersebut rawan banjir sehingga berdasarkan aturan tersebut tidak boleh dibangun. Sedangkan jika dipindah ke bagian belakang ke arah jalan, lahannya sudah diakui oleh masyarakat sebagai milik pribadi.

"Jadi supaya pelaksanaan ini jangan sudah dilaksanakan macet di jalan ini lebih baik kita tunda. Mudah-mudahan tahun 2018 akan dibangun," ungkap Thony.

Diakuinya, di lokasi Pasar Inpres sekarang dilakukan peninggian tanah. Jika tanahnya sudah tinggi banjir yang terjadi tidak menggenangi pasar.

"Untuk itu di anggaran perubahan 2017 baru dilaksanakan peninggian bukan tanah di lahan Pasar Inpres Sungailiat melalui satker dinas pekerjaan umum tata ruang dan Perhubungan kabupaten Bangka," jelas Thony.

Diakui Thony, dana untuk pembangunan Pasar Inpres dari dana alokasi khusus tersebut dikembalikan kepada kas negara sebesar Rp 3 miliar lebih.

Namun Pemkab Bangka pada tahun 2018 lewat APBD Kabupaten Bangka untum pembangunan Pasar Inpres sudah dianggarkan sekitar Rp 2 miliar lebih tetapi anggaran tersebut belum ketuk palu disahkan oleh DPRD Kabupaten Bangka.

"Kalau belum ketuk palu kita tidak bisa memastikan 100 persen," kata Thony.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help