BangkaPos/

Sagu Bangka dan Diabetes

Bangka merupakan salah satu kabupaten yang menghasilkan sagu, namun tidak terdokumentasi secara sistimatis.

Sagu Bangka dan Diabetes
bangkapos.com/Edwardi
Prof Dr Ir Bambang Hariyanto MSc (paling kiri) memperhatikan para instruktur yang sedang mengajarkan cara pembuatan beras aruk analog menggunakan mesin buatan BPPT. 

Oleh: Prof Dr Ir Bambang Hariyanto MSc
           Peneliti Utama BPPT

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bangka merupakan salah satu kabupaten yang menghasilkan sagu, namun tidak terdokumentasi secara sistimatis.

Lihat saja data tentang pengrajin dan produksi sagu pasti tidak tercatat di Bangka dalam angka.

Prof Dr Ir Bambang Hariyanto MSc
Prof Dr Ir Bambang Hariyanto MSc (IST)

Di pihak lain, aneka produk berbasis pati sagu sudah menjadi bisnis yang besar di Bangka dan sekitarnya.

Aneka olahan berbasis sagu banyak dipasarkan di tempat pusat oleh-oleh, seperti kerupuk getas, kretek dan sebagainya.Produk olahan sagu tersebut banyak dijual di berbagai toko.

Di pihak lain bagi masyarakat Bangka yang lebih dikenal adalah beras aruk yang terbuat dari ubi kayu. Yang dimaksud beras aruk adalah butiran menyerupai beras yang terbuat dari ubi kayu yang difermentasi.

Beras aruk merupakan bentuk kearifan lokal bagi masyarakat Bangka dalam menyediakan pangan karbohidrat.

Beberapa usaha pati sagu banyak ditemui di beberapa tempat dan berdasarkan hasil penelitian tentang kualitas sagu, maka sagu asal Bangka memiliki mutu yang terbaik.

Mutu sagu biasanya ditentukan oleh kadar air, warna, ukuran partikel dan viskositasnya.

Bagi masyarakat awam, umumnya yang dimaksudkan sagu adalah bubuk putih yang berasal dari ubi kayu yang disebut tapioka,danmenyebutnya sagu.

Halaman
1234
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help