BangkaPos/

Siapkan Guide Mahir Berbahasa Inggris, HPI dan LPK Brilliant Centre Teken MoU

Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Belitung melakukan MoU dengan LPK Brilliant Centre

Siapkan Guide Mahir Berbahasa Inggris, HPI dan LPK Brilliant Centre Teken MoU
bangkapos.com/Dede Suhendar
Ketua DPC HPI Kabupaten Belitung Erling dan pemilik LPK Brilliant Centre melakukan penandatanganan MoU di Pondok Kelapa Resto, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Dalam rangka mendukung pariwisata Belitung Go Internasional, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Belitung melakukan MoU dengan LPK Brilliant Centre, Selasa (14/11/2017) di Restoran Pondok Kelapa.

Dalam acara yang dihadiri oleh ASPPI DPD Babel, Belitung serta perwakilan Dinas Pariwisata itu, anggota HPI Kabupaten Belitung akan mengikuti pelatihan mahir berbahasa Inggris selama 24 kali.

"Sekarang kan pariwisata Belitung ini sudah Go Internasional, jadi mau tidak mau tour guide ini harus siap melayani tamu mancanegara. Untuk mendukung itu, mereka harus punya bekal yaitu bahasa dan pengetahuan," ujar Ketua DPC HPI Kabupaten Belitung, Erling.

Dirinya mengakui, saat ini di Belitung masih sulit mencari guide yang mahir berbahasa Inggris. Padahal, menjadi modal utama untuk berinteraksi dengan wisman, terutama para tamu travel.

Oleh sebab itu, kata dia, HPI melakukan terobosan MoU tersebut untuk mendukung perkembangan pariwisata di Belitung.

"Jadi mulai Selasa pekan depan pelatihan ini dimulai, seminggu sekali dengan total 24 pertemuan. Mudah-mudahan para guide ini bisa mendapat bekal yang cukup," katanya.

Sementara itu, pemilik LPK Brilliant Centre Arbuan Ardaie mengatakan dirinya akan memberikan trik khusus dalam pelatihan tersebut. Ia akan lebih menekankan kepada practical english atau lebih mengarah kepada kebutuhan para guide.

Akan tetapi dirinya berharap para guide juga harus berani survei dalam menerapkan ilmu yang didapat selama pelatihan.

"Memang nanti saya akan cari trik yang tepat agar mereka bisa mandiri. Ibaratnya kalau mau berperang harus tahu senjata apa yang digunakan," katanya.

Ia menegaskan akan memberikan penuh terhadap pembentukan guide yang siap berbahasa Inggris. Meskipun butuh waktu lama untuk mampu menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi.

Menurutnya dalam belajar bahasa Inggris terdapat tiga tahapan, yaitu dasar, vocabullary dan bahasa yang keluar dari grammer.

"Tapi intinya pengulangan kalau bahasa Inggris itu. Makanya nanti saya harap mereka bisa buat grup WA khusus menggunakan bahasa Inggris, jadi mereka bisa survive," katanya.

Usai melakukan penandatanganan, mereka juga berdiskusi tentang langkah yang akan ditempuh untuk memajukan pariwisata bersama tamu undangan dari ASPPI dan ISPB. Berbagai masalah dibahas untuk mencari solusi terbaik dengan jalan keluar.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help