BangkaPos/

Terungkap, Lada Dibeli dari Petani Rp 50.000 Kg, Sementara di Ritel Modern Harganya Rp330.000/Kg.

Jika harga lada di petani sebesar Rp50.000 per kilogram (kg), sementara di ritel modern Rp330.000 per kg

Terungkap, Lada Dibeli dari Petani Rp 50.000 Kg, Sementara di Ritel Modern Harganya Rp330.000/Kg.
Bangka Pos / Resha
petani sedang mencuci Lada di sungai jembatan 12 Pangkalpinang beberapa waktu lalu 

BANGKAPOS.COM--Kementerian Perdagangan (Kemdag) diminta serius menangani tata niaga perdagangan lada.

Pasalnya harga lada di petani dan ritel mengalami ketimpangan tajam.

Jika harga lada di petani sebesar Rp50.000 per kilogram (kg), sementara di ritel modern Rp330.000 per kg.

Ada selisih sebesar 560% antara harga di petani dan di ritel.

Petani lada asal Basel sedang menjemur hasil tanam mereka berupa biji lada, foto diambil beberapa waktu lalu
Petani lada asal Basel sedang menjemur hasil tanam mereka berupa biji lada, foto diambil beberapa waktu lalu (bangkapos.com/Riki Pratama)

Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Infrastruktur dan Investasi Muhammad Abduh mengatakan, pihaknya telah meminta Kemdag meningkatkan pengawasan terhadap mata rantai perdagangan lada ini.

Selain terjadi perbedaan harga yang tajam, harga lada di tingkat petani juga terus turun.

Tahun 2015 harga lada di petani Rp150.000 per kg.

"Masalah harga memang tidak mudah karena itu, para eksportir perlu dikumpulkan untuk mencari solusinya. Kalau perlu barangnya ditahan dulu supaya harga bisa naik," ujar Abduh, Senin (13/11).

Selain harga lada terus mengalami penurunan, produktivitas lada di Indonesia juga ikut turun, bahkan jauh di bawah lima negara yang tergabung dalam Organisasi negara produsen lada atau International Pepper Community (IPC).

Saat ini, rata-rata produksi lada dalam negeri sebesar 0,6 ton per hektare (ha) per tahun atau jauh di bawah Vietnam bisa mencapai 3,2 ton per ha per tahun.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help