BangkaPos/

Wajib Tahu, Ini Bahaya Kekurangan Asam Folat Bagi Ibu Hamil di Trimester 1

Kekurangan asam folat saat trimester 1 sangat beresiko pada bayi. Hal itu, menyebabkan sejumlah bayi menderita penyakit, seperti bibir

Wajib Tahu, Ini Bahaya Kekurangan Asam Folat Bagi Ibu Hamil di Trimester 1
Bangkapos/idandimeikajovanka
Dokter Mika 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Mika menjelaskan gaya hidup sang Ibu ketika mengandung sangat mempengaruhi kesehatan bayi.

Terutama, saat trimester 1 sangat membutuhkan asupan asam folat yang banyak.

Sebab, pada tahapan tersebut proses pembentukan organ bayi terjadi.

Asam folat terkandung di pelbagai makanan, seperti sayuran, hati ayam, sop ayam, dan lainnya. Melewati fase itu, tidak ada gunanya lagi mengonsumsi asam folat buat pembentukan organ bayi. Karena, trismester 2 kebutuhan asam folat hanya bersifat melengkapi.

Kekurangan asam folat saat trimester 1 sangat beresiko pada bayi. Hal itu, menyebabkan sejumlah bayi menderita penyakit, seperti bibir sumbing, katarak, jantung bocor, dan lain sebagainya. Karena saat pembentukan organ, bayi tidak mendapatkan asupan makanan dan vitamin.

Lebih lanjut, Dokter Mika menjelaskan riwayat merokok seorang wanita beresiko terhadap kandungan. Tidak hanya itu, konsumsi obat-obatan saat trimester 1 juga bisa mengacaukan pembentukan organ bayi. Sehingga, wanita hamil harus hati-hati menjaga kandungannya.

Melihat kebanyakan Ibu hamil saat trimester 1 mengalami muntah-muntah, Dokter Mika menilai hal tersebut wajar.

Namun, jika seorang Ibu hamil tidak mengimbanginya dengan makan bisa menyebabkan proses pembentukan organ mengambil jaringan sekitar dan membuatnya tidak optimal. Dokter pun harus memberikan alternatif asupan berupa vitamin.

Ibu hamil yang kurang makan di trimester 1 dapat berakibat keguguran, berat anaknya berkurang, dan bayi tidak normal.

Selain itu, usia kehamilan di bawah 16 tahun dan di atas 35 tahun sangat beresiko sebab pembentukan organ sudah berkurang. Sehingga, medis menyarankan tidak melakukan program hamil saat usia tersebut.

“Kami sebagai tenaga medis hanya menyarankan, keputusan ada di setiap pasangan dan itu merupakan hak asasi mereka,” ujar Dokter Mika. (*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help