BangkaPos/

Majukan Pariwisata Desa Air Anyir, Wabup Ajak Masyarakat Lestarikan Adat Rebo Kasan

Ritual adat untuk menolak bala pada Tahun 2017 ini, Rabu (15/11/2017) dipusatkan di Masjid Farhan Kamal

Majukan Pariwisata Desa Air Anyir, Wabup Ajak Masyarakat Lestarikan Adat Rebo Kasan
bangkapos/nurhayati
Wakil Bupati Bangka Rustamsyah memegang ketupat lepas saat perayaan Rebo Kasan, Rabu (14/11/2017) di Masjid Farhan Kamal Desa Air Anyir. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Perayaan Rebo Kasan di Desa Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka sudah menjadi tradisi yang turun temurun dilaksanakan setiap tahun oleh warga Desa Air Anyir.

Ritual adat untuk menolak bala pada Tahun 2017 ini, Rabu (15/11/2017) dipusatkan di Masjid Farhan Kamal, yang merupakan masjid terbesar di Desa Air Anyir.

Baca: Amri Cahyadi: Kisruh Tambang Laut di Belitung, Erzaldi Harusnya Bijak

Baca: VIDEO: Kayu Ini Mengucurkan Air, Bisa untuk Obat Batuk

Pada kesempatan ini Wakil Bupati Bangka Rustamsyah mengajak masyarakat Rebo Kasan melestarikan adat budaya di Kabupaten Bangka untuk memperkaya dan memajukan pariwisata di Desa Air Anyir .

"Kita bersyukur tinggal di Kabupaten bangka bagian tak terpisahkan dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bersyukur dikarunia potensi yang sangat besar itulah yang membuat eksistensi dalam warisan budaya menjadi kebanggaan kita adat Rebo Kasan," ungkap Rustamsyah.

Diakuinya, tugas masyarakat bersama pemerintah daerah melestarikan dan membudayakannya kepada anak cucu sehingga adat istidat ini terus berlangsung.

"Nilai potensi ini cerminan masyarakat Air Anyir. Konteks dari nilai-nilai religi yang kita miliki dan pengakuan akan keberadaan Allah SWT," kata Rustamsyah.

Dia berharap 10 dekade yang akan datang Adat Rebo Kasan ini tetap lestari di Desa Air Anyir.

Kegiatan Rebo Kasan ini dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Babel H Marwan, Wakil Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi dan Anggota DPRD Babel lainnya, Ustadz Hendi Kurniah, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bangka H Hendra Yunus, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Iskandar dan Anggota DPRD Kabupaten Bangka lainnya, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Tim PKK Kabupaten Bangka dan undangan lainnya.

Prosesi ritual Adat Rebo Kasan diawali mengumandangkan adzan, berdoa, dan menarik ketupat lepas sebagai simbol melepaskan dari bala serta meminum air wafak yang telah dibacakan doa oleh sesepuh desa.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help