Melongok Tradisi Rebo Kasan, Ritual Tahunan yang Masih Lestari di Desa Air Anyir

Rebo Wekasan Adalah Hari Sakral untuk Rabu Terakhir di bulan Safar, berikut ulasan selengkapnya

Melongok Tradisi Rebo Kasan, Ritual Tahunan yang Masih Lestari di Desa Air Anyir
bangkapos/nurhayati
Wakil Bupati Bangka Rustamsyah memegang ketupat lepas saat perayaan Rebo Kasan, Rabu (14/11/2017) di Masjid Farhan Kamal Desa Air Anyir. 

Dalam anggapan masyarakat kesialan bulan Safar akan semakin meningkat jika ketemu dengan Arba’ Musta’mir.

Sebetulnya tradisi ini juga dikenal di kalangan masyarakat Jawa.

Jika di Banjar dikenal sebagai Arba Mustamir maka di masyaralat Jawa disebut Rabo Wekasan.

Rabu Wekasan, Rebo Wekasan, atau Rebo Pungkasan adalah nama hari Rabu terakhir di bulan Safar pada Kalender lunar versi Jawa.

Pada hari itu biasanya dimulai rangkaian Adat Safaran hingga berakhir di Jumat Kliwon bulan Maulid/Maulud.

Upacara ini berupa Sedekah Ketupat dan Babarit di daerah Sunda kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap.

Keistimewaan hari ini yakni dimana satu satunya hari yang tidak tergantung pada hari pasaran dan neptu untuk melakukan suatu upacara adat.

Catatan dalam adat Kejawen hari pasaran dan neptu adalah sangat penting demi keselamatan dan berkah dari acara, kecuali pada hari ini.

Konon ini adalah hari datangnya 320.000 sumber penyakit dan marabahaya 20.000 bencana.

Maka rata-rata upacara yang dilaksanakan pada hari ini adalah bersifat tolak bala.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved