Home »

Lokal

» Bangka

Staf Ahli Gubernur Sarankan Kegiatan Rebo Kasan Dikombinasikan dengan Festival

Jangan hanya ritual adat tapi dikombinasi dengan festival seperti rebana, barzanji dan sebagainya biar orang ramai datang

Staf Ahli Gubernur Sarankan Kegiatan Rebo Kasan Dikombinasikan dengan Festival
bangkapos/nurhayati
Staf Ahli Ekonomi Gubernur Bidang keuangan dan Pembangunan Setda Babel H Marwan menghadiri acara Rebo Kasan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Staf Ahli Ekonomi Gubernur Bidang keuangan dan Pembangunan Setda Babel H Marwan yang mewakili Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan, menilai ritual Adat Rebo Kasan ini sangat unik merupakan warisan budaya turun temurun yang perlu dilestarikan.

Untuk itu ia menyarankan dari tahun ke tahun kualitasnya di tingkatkan.

"Jangan hanya ritual adat tapi dikombinasi dengan festival seperti rebana, barzanji dan sebagainya biar orang ramai datang ke Desa Air Anyir," saran Marwan saat menghadiri acara Adat Rebo Kasan, Rabu (14/11/2017) di Masjid Farhan Kamal Desa Air Anyir.

Menurutnya, dalam acara Rebo Kasan yang diselenggarakan oleh warga Desa Air Anyir ini ada beberapa hikmah yang diambil yakni berdoa dan berharap agar masyarakat terhindar dari bala dan bencana.

"Masyarakat kita mulai jarang berharap kepada Allah mereka mengira dengan usaha sendiri bisa dihindarkan dari bencana ini penyakit sombong namanya. Warga Air Anyir tidak mau seperti itu dengan berdoa bersama agar bala dan bencana terhindar," ungkap Marwan.

Dikatakannya hikmahnya masyarakat diajak mematuhi kebijakan dari para tokoh adat, tokoh agama dan orang-orabg tua yang mengajarkan agar menjaga alam.

"Saya ke Bangka Selatan menghadiri upacara adat Buang Jong dimana ada larangan tidak boleh menangkap ikan, ketam, dan udang selama seminggu karena waktu itu ikan, ketam dan udang sedang bertelur kalian tangkap jadi bencana. Ini suatu ajaran buat agar orang takut. Melestarikan adat agar ketam, ikan, udang jangan ditangkap perlu dibuat aturan adat seperti ini. Sehingga satu minggu udang, ketam dan ikan bebas bertelur. Ada ajaran bersahabat dengan alam. Manusia tidak mau bersahabat dengan alam dimana alam yang mengimbangi langit dan bumi. Bumi ada di darat dan lautan dak puas merusak darat merusak laut akhirnya langit menangis Bangka banjir, Belitung banjir. Laut sedang pasang," ungkap Marwan.

Menurutnya, filosofi acara adat seperti ini agar orang mau bersahabat dengan alam.

"Orang Air Anyir ingin agar kita terlepas dari bencana dan bala serta menjaga alam sehingga setiap tahun diadakan ritual Rebo Kasan ini," jelas Marwan.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help