VIDEO: Kayu Ini Mengucurkan Air, Bisa untuk Obat Batuk

Kami juga mengandalkan apa yang ada di hutan, itung-itung kami tidak pernah kenal namanya jarum suntik

VIDEO: Kayu Ini Mengucurkan Air, Bisa untuk Obat Batuk
(Bangkapos/riyadi)
OBAT TETES MATA DARI HUTAN -- Zurita (13) warga Kelurahan Kelapa Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat, memanfaatkan air kantong semar yang dipetik di hutan setempat, untuk obat sakit mata atau kesehatan matanya. Bagi Zurita, air kantong semar adalah obat tetes mata yang murni asli dari hutan. Foto diambil Sabtu (11/11/2017). 

Bapak dari empat anak tersebut mengungkapkan, anak-anaknya seperti Zurita dan Desti, bisa bertahan dalam kondisi cuaca apapun.

Ketika hujan, sudah biasa berhujan-hujanan di pinggir hutan.

Ketahanan tubuh anak-anaknya terbentuk sendiri secara alami, karena selama ini memang tergantung apa yang ada di dalam hutan.

"Hidup itu ada sehat ada sakit, kalau anak saya sakit, obatnya nggak susah-susah, tinggal nyabut atau metik di hutan, misalnya anak kena batuk pilek, cukup minum air kayu, kulitnya kena luka terus infeksi, cukup diberi air kayu lunding, sakit mata cukup di tetes pakai air kantong semar. Banyak obat tersedia di hutan ini, itulah didikan untuk membuat anak menjadi mandiri, karena kakek dan orang tua saya mengajarkan hidup mandiri," kisah Dinan.

Keluarga Dinan, selama ini sangat jarang namanya ketemu dengan tempat-tempat pelayanan kesehatan, karena ketika terkena sakit dan obatnya ada di hutan, maka tidak perlu lagi ke dokter atau rumah sakit.

Dinan sendiri, ketika mencari upah nebang kayu junjung di hutan, juga tidak pernah membawa bekal berupa air minum.

Menurut Dinan, air di hutan banyak tersedia, apakah air dari yang keluar dari mata air, air dari kayu tertentu atau mengkonsumsi dedaunan muda yang banyak menyimpan air.

"Ku dak pernah nyangu air minum dari rumah, di hutan sudah banyak air, ku dak susah-susah kalau ke hutan, nggak takut haus, karena di hutan banyak air," ungkap Dinan.

Berburu pelanduk, rusa dan madu hutan, sudah menjadi rutinitas dan itu di jalani selama ini.

Ketika masih hobi berburu, sampai seminggu lamanya juga tidak pulang ke rumah.

Halaman
123
Penulis: riyadi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved