Beltim Dapat Hibah Aset Kemenpupera Senilai Rp 18,2 M

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI menghibahkan aset senilai Rp 18.227.454.863

Beltim Dapat Hibah Aset Kemenpupera Senilai Rp 18,2 M
bangkapos.com/dok
Bupati Beltim Yuslih Ihza 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI menghibahkan aset senilai Rp 18.227.454.863 kepada Pemkab Belitung Timur (Beltim). Total seluruh aset yang diberikan berjumlah 14 unit.

Berdasarkan siaran pers yang disampaikan Diskominfo Beltim, penyerahan aset secara simbolis ditandai dengan penandatangan Naskah Hibah & Berita Acara Serah Terima Barang Milik Negara (BMN) antara Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Sri Hartoyo dengan Bupati Beltim, Yuslih Ihza di Ruang Pendopo Kemen PUPR, Kebayoran Baru Jakarta, Kamis (16/11/2017). Mayoritas aset yang merupakan jaringan saluran air bersih tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Beltim. Aset berupa infrastruktur air minum dan pemukiman.

"Nanti langsung kita minta catat sebagai Aset kita dan jadi Barang Milik Daerah (BMD). Asetnya ada yang ke PDAM ada yang ke SPAM," ujar Yuslih dalam rilis pers tersebut.

Ia berharap saat sudah menjadi aset Pemkab Beltim, OPD terkait akan dapat tertib administrasi dan mengelola aset yang diberikan. Jangan sampai menambah masalah tentang aset. "Jangan sampai terbengkalai. Jaga baik-baik, OPD yang dapat tanggung jawab," tegas Yuslih.

Dirjen Cipta Karya, Sri Hartoyo menyebutkan total Pemkab, Pemkot dan Pemprov yang menerima hibah asset mencapai 176 daerah dan satu yayasan (selain Beltim, Belitung juga diketahui mendapatkan hibah. Dengan nilai taksir seluruh aset mencapai Rp 1,32 triliyun.

"Seluruhnya ada 764 aset yang kita berikan. berasal dari bidang air minum, penataan bangunan dan kawasan pemukiman. Aset-aset itu kita bangun ada yang dari tahun 2005 hingga 2016," ungkap Sri dalam rilis pers yang sama.

Sri berharap dengan diserahkannya aset ke Pemerintah Daerah akan dimaksimalkan untuk pelayanan, pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan perekonomian masyarakat.

"Sesuai himbauan BPK RI kita diminta cepat melakukan penyerahan aset kepada daerah. Kita berharap dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat," kata Sri.

Sri pun mewanti-wanti agar daerah benar-benar dapat mengelola aset yang diberikan. Ia mengaku sedih jika mengetahui aset yang belum lama diserah terimakan sudah terbengkalai.

"Taman terbuka hijau misalnya, banyak yang habis diberikan gak la lampu-lampunya pecah, rumputnya kering, dan lain-lain. Harus dipelihara jangan sampai dibangun sia-sia," ucapnya. (*/deq)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved