Diam-Diam Mantan Kadinkes dan Dua PNS Pemkab Dieksekusi Kejari Basel

Eksekusi yang sempat tidak diketahui parak awak media ini, telah dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Basel pada

Diam-Diam Mantan Kadinkes dan Dua PNS Pemkab Dieksekusi Kejari Basel
Bangkapos/Riki Pratama
Kasi Intelejen Kejari Bangka Selatan Fuady 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Mantan Kadinkes Bangka Selatan Yusuf Badarudin dan dua PNS di Pemkab Basel yaitu Endang Kepala ULP dan Tedy PNS di lingkungan Pemkab Basel di eksekusi oleh jaksa Kejaksaan Negeri Bangka Selatan.

Dari tiga terpidana itu, dr H.RM Yusuf Badarudin dan Endang Sopian
sudah terlebih dahulu dimasukan ke lapas Tua tunu Kota Pangkalpinang dan lapas Bukit Semut Sungailiat.

Eksekusi yang sempat tidak diketahui parak awak media ini, telah dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Basel pada Senin (13/11/2017) kemarin.

Kasi Intel Kejari Basel Fudy yang awalnya sempat bungkam akhirnya menjelaskan secara gamblang terkait eksekusi terpidana kasus alat kesehatan tahun 2006/2007 ini.

Dimana, diketahui bahwa pihak Kejaksaan Negeri Basel telah melakukan eksekusi terhadap dua terpidana berdasarkan salinan putusan Mahkamah Agung RI nomer 2052/K/Pidus/2011 tanggal 31 Januari 2012 atas nama dr H.R.M Yusuf Badaruddin dan Salinan putusan MA nomer 543/K/Pidsus/ 2011 tanggal 23 Agustus 2017 atas nama Endang Sopian

Setelah adanya salinan putusan tersebut, maka Kejaksaan Negeri Bangka Selatan selaku eksekutor mengeluarkan surat perintah pelaksanaan putusan.

"Senin kemarin kita telah mengeksekusi terpidana atas nama Yusuf Badarudin mantan Kadinkes Basel dan Endang Sofian kepala ULP, yang dulunya sebagai Panitia kasus pengadaan alat kesehatan,"ujar Fuady kepada wartawan, Kamis (16/11/2017) di tempat kerjanya.

Dimana, menurut Fuady dari kasus ini ada terdapat tiga nama selain Yusuf dan Endang, yaitu Tedy yang merupakan PNS di lingkungan Pemkab Basel Bangka Selatan.

"Eksekusinya di Pangkalpinang untuk mantan Kadinkes, setelah koordinasi melihat fisiknya yang ngedrop, sementara Endang Sofian kepala ULP, kita eksekusi di Toboali, dia ini  dulunya sebagai panitia kegiatan, dan satu lagi Tedy PNS di Dinas Kesehatan yang dalam kasus ini menjadi  PPKnya,"ujarnya

Untuk terpidana kasus Alkes, Yusuf serta Endang, sambung Fuady telah di eksekusi dan dimasukkan ke dalam lapas oleh pihak Kejaksaan Bangka Selatan, sementara satu terpidana Tedy belum di eksekusi karena adanya permintaan pihak Pemkab untuk menunda sementara eksekusi.

"Belum di eksekusi, karena dari pihak Pemkab meminta permohonan dari Bupati agar di tunda, karena dia ini selaku PPK banyak memegang kegiatan setelah selesai nanti baru bisa kita lakukan eksekusi, pada awal Desember, atau maksimal pertengahan Desember nanti,"lanjutnya

Dimana Fuady menjelaskan, bahwa kasus ini merupakan kasus yang ditangani oleh  pihak Polda Babel lalu di limpahkan ke Kejati Provinsi Babel.

"Waktu itu Basel masih masuk wilayah hukum Sungailiat, dan Kejari Basel baru berdiri tahun 2010, sehingga registrasi ada di Sungaliat, tetapi putusan ke pengadilan jatuh ke sini, awalnya dari penyidik Polda dilimpahkan ke Kejati, dan kita hanya melakukan eksekusi,"ujarnya

Berdasarkan hasil Kasasi kasus alkes tahun 2006/2007 berdasarkan putusan MA terhadap terpidana Yusuf di vonis dengan satu tahun penjara, denda enam bulan, subsider Rp 100 juta, Endang di vonis dengan penjara enam tahun, denda enam bulan subsider Rp 200 juta dan Tedy enam tahun penjara, denda enam bulan subsider Rp 200 juta.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved