Ini Kata Ketua DPRD Belitung Terkait Nasib Honorer Akper

Nasib 25 orang pegawai honorer AKPER menjadi terkatung jika proses marger tersebut benar-benar terwujud.

Ini Kata Ketua DPRD Belitung Terkait Nasib Honorer Akper
bangkapos.com/dok
Ketua DPRD Belitung, Taufik Rizani. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - UPTD Akademi Keperawatan (Akper) Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung akan bergabung (marger) dengan Poltekes Pangkalpinang di bawah naungan Kemenkes RI.

Nasib 25 orang pegawai honorer AKPER menjadi terkatung jika proses marger tersebut benar-benar terwujud.

"Pemda harus memberikan jaminan kalau mereka masih dipakai ketika sudah jadi Poltekes. Karena mereka ini bukan honor yang baru mendaftar, tapi sudah lama mengabdi," ujar Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani, Kamis (16/11/2017).

Sebelumnya, Taufik juga pernah melakukan audensi dengan para tenaga honorer AKPER usai memimpin rapat Paripurna, Rabu (15/11/2017) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, dirinya sempat mengatakan agar mereka tidak perlu khawatir. Karena, DPRD sudah menyetujui anggaran operasional AKPER hingga memasuki tahun 2018.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, menyatakan pemda tidka boleh menyelenggarakan pendidikan jenjang perguruan tinggi.

Oleh sebab itu, pengelolaan AKPER di bawah Dinas Kesehatan tidak bisa diteruskan dan harus berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI).

Namun, untuk wilayah Babel belum terdapat perguruan tinggi berkaitan dengan kesehatan. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan Ombudsman, AKPER bisa diambil alih oleh Poltekes Pangkalpinang di bawah naungan Kemenkes.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help