Muncul "Pernyataan Sikap" di Medsos Terkait Isu Referendum

Isu referendum antara Bangka dan Belitung, pasca Gubernur Bangka Belitung Erzaldi mengeluarkan surat kepada Bupati Belitung Timur

Muncul
memey yang muncul di Media Sosial terkiat referendum Pulau Belitong

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Isu referendum antara Bangka dan Belitung, pasca Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengeluarkan surat kepada Bupati Belitung Timur (Beltim), terkait polemik aktivitas pertambangan timah di Negeri Laskar Pelangi.

Surat bernomor 540/1113/ESDM perihal pertimbangan pencabutan IUP Operasi Produksi yang dikeluarkan tertanggal 10 November 2017 tersebut, kini sudah sorotan publik di media sosial (medsos) facebook.

Isu referendum itu sangat banyak diperbincangkan oleh pemilik akun facebook. Hingga keluar "pernyataan sikap" yang dituliskan oleh tokoh pemuda Idil Akbar.

Berikut isi pernyataan sikap yang banyak dibagikan tersebut :

Kami keluar ok

Kami cinta kampong kami. Karenanya kami ingin jaga sekuat tenaga. Kami paham kok dengan apa yang diinginkan kampong kami sendiri. Toh dasarnya anda gubernur dipilih buat melayani kami juga kan? Gubernur dipilih utk memahami kehendak kami kan? Dan anda sebagai gubernur dipilih untuk hadir dalam harapan kami.

Sekarang ketika harapan kami, kehendak kami dan aspirasi besar kami diabaikan lalu apalagi yang perlu dipertahankan?

Gubernur, apa susahnya membiarkan hidup kami damai, tidak dirongrong dengan kekalutan dan ketakutan akan hadirnya tambang laut dan kapal isap yg pasti akan menghancurkan masa depan sebagian besar dari kami?

Sekarang sikap kami sudah bulat, kami hanya ingin menjaga laut kami tetap seperti adanya. Jika bagi gubernur menganggap kami bodoh dan kolot, maka biarkan kami dalam kebodohan dan kekolotan itu. Jika gubernur merasa timah di laut kami adalah anugrah Tuhan yg harus dimanfaatkan, maka biarkan kami memanfaatkan anugrah Tuhan lainnya yang tidak harus menghancurkan hidup dan masa depan kami.

Jika gubernur masih memaksa, maka tidak perlu lagi berpura-pura bahwa gubernur masih sayang dengan kami, RAKYAT BELITONG. Karena itu kami pun tidak perlu berpura-pura juga untuk terus bersama di dalam satu provinsi bernama Bangka Belitung ini.

Selama kebersamaan yg sudah 17 tahun ini kami berterima kasih sudah dibukakan mata kami atas apa yang sebenarnya terjadi. Dan untuk selanjutnya, biarkan kami menentukan sendiri nasib rakyat dan kampong kami.

Salam Begalor,
Dari kite orang semue,,,
Semue urang Belitong

Penulis: Disa Aryandi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved