Operasional CT Scan RSUD Marsidi Judono Masih Terbatas

Operasional CT Scan milik RSUD dr Marsidi Judono Tanjungpandan ternyata masih terbatas untuk umum.

Operasional CT Scan RSUD Marsidi Judono Masih Terbatas
IST
Mesin CT Scan milik RSUD dr Marsidi Judono 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG  - Operasional CT Scan milik RSUD dr Marsidi Judono Tanjungpandan ternyata masih terbatas untuk umum.

Sementara ini, penggunaan mesin pengadaan Desember 2016 itu hanya untuk pasien BPJS yang memang membutuhkan pemeriksaan itu.

Menurut Direktur RSUD, dr Hendra SpAn, hal ini dikarenakan pihaknya belum menyusun tarif untuk pasien praktekelir. Selain itu, pihaknya juga masih proses pengajuan perijinan kepada BAPETEN.

"Alat ini perlu dilakukan uji coba, karena mengandung bahan nuklir jadi terdapat proses yang harus dilalui yaitu uji fungsi alat, uji ruangan dan uji tangkap radiasi serta SDM petugas juga perlu dilengkapi," ujarnya kepada pos belitung, Kamis (16/11/2017).

Ia menambahkan, pada 1 Agustus lalu selaku Direktur RSUD, dirinya telah mengeluarkan surat pemanfaatan CT Scan khusu pasien BPJS. Hingga saat ini, sekitar 100 lebih pasien BPJS sudah diperiksa menggunakan alat tersebut.

Terkait kepengurusan ijin, lanjutnya, pihak RSUD bersama Komisi I DPRD Kabupaten Belitung sudah pernah berkoordinasi dengan BAPETEN. Hasilnya, mereka harus mengupload syarat-syarat yang diperlukan ke akun BAPETEN.

Masih kata Hendra, di sisi lain, CT Scan juga membutuhkan bahan habis pakai (BHP) dalam operasionalnya seperti injektor, obat untuk kontras, film dan tonner. Sedangkan anggaran untuk pengadaan BHP masih terbatas.

"Minggu ini memang BHPnya sudah habis, kami akan upayakan 14 hari kedepan operasional bisa lebih efektif lagi," katanya.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved