Penolakan Kapal Isap Tidak Diindahkan Erzaldi Hingga Isu Referendum, Muncul Meme Seperti Ini

Surat itu, adalah balasan surat Bupati Beltim tertanggal 4 bulan lalu tentang permohonan pencabutan IUP

Penolakan Kapal Isap Tidak Diindahkan Erzaldi Hingga Isu Referendum, Muncul Meme Seperti Ini
meme yang muncul di Media Sosial terkiat referendum Pulau Belitong

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman, semula telah mengeluarkan surat kepada Bupati Belitung Timur (Beltim), terkait polemik aktivitas pertambangan timah di Negeri Laskar Pelangi.

Surat bernomor 540/1113/ESDM tersebut, perihal pertimbangan pencabutan IUP Operasi Produksi yang dikeluarkan tertanggal 10 November 2017.

Surat itu, adalah balasan surat Bupati Beltim tertanggal 4 bulan lalu tentang permohonan pencabutan IUP di perairan tempat kapal isap produksi, laut Pering.

Di dalam surat tersebut Erzaldi menerangkan bahwa perusahaan pemiliki IUP memiliki kelengkapan perizinan dan menunaikan sejumlah kewajibannya sehingga dirinya belum bisa mencabut IUP tersebut karena tidak memenuhi syarat sesuai UU nomor 4 Tahun 2009.

Surat yang dikeluarkan oleh Erzaldi tersebut dinilai tidak berpihak kepada masyarakat, nelayan dan program pariwisata yang kini terus didorong oleh Pemerintah Pusat.

Sehingga berbagai isu kini mulai bermunculan. Salah satunya terkait isu referendum antara pulau Bangka dan Belitung, setelah berusia 17 tahun.

Pulau Belitong meminta untuk memisahkan diri dari Negeri Serumpun Sebalai, dengan alasan aspirasi masyarakat terkait penolakan tambang laut dianggap tidak diakomodir oleh Erzaldi.

Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) sempat mengucapkan, akan melakukan referendum, jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak serius dan masih memaksakan kehendak buat melegalkan kegiatan Kapal Isap di Negeri Laskar Pelangi. Padahal Pulau Belitung kini sudah diprioritaskan menjadi daerah wisata.

"Kalau misalkan dipaksakan keberadaan kapal isap dan tetap beroperasi, ya kita (Belitung) pisah dari Bangka, kenapa tidak. Karena jelas, kita sudah memutuskan buat tidak ada kapal isap dan tambang laut di Belitung," kata Sanem.

Halaman
12
Penulis: Disa Aryandi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help