Pemda Stop Bantuan Dana ke MI dan MTs Dengan Alasan Defisit Anggaran

Pemda Bangka Barat, tahun 2017-2018 tidak mengalokasikan dana bantuan ke sekolah swasta yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah

Pemda Stop Bantuan Dana ke MI dan MTs Dengan Alasan Defisit Anggaran
bangkapos.com/Riyadi
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Iman Desa Cupat Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemda Bangka Barat, tahun 2017-2018 tidak mengalokasikan dana bantuan ke sekolah swasta yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah di wilayahnya.

Bantuan itu distop dengan alasan Pemda Bangka Barat mengalami defisit anggaran.
Kadin Pendidikan, Pemuda dan Olahraha (Dikpora) Pemkab Bangka Barat Ismantho mengatakan, dari tahun 2017 hingga 2018, tidak ada lagi bantuan dana untuk MI dan MTs.

"Tidak ada bantuan lagi, berkenaan dengan defisit anggaran yang ada di Pemda Bangka Barat, itu alasannya. Bantuan itu tidak ada lagi, itupun sudah di bahas oleh Pemda waktu itu juga di bahas dengan dewan," ungkap Ismantho dikonfirmasi bangkapos.com, Jumat (17/11).

Pemutusan bantuan tersebut, tak terkecuali untuk MI Nurul Iman Desa Cupat.
Bantuan untuk MI dan MTs (swasta) tidak ada lagi dari Pemda, gara-garanya karena sekolah yang bersangkutan (MI Nurul Iman Cupat) terlambat membuat laporan (keuangan).

"Ada juga (karena lambat buat laporan) pengaruhnya, keteledoran memang ada, yakni soal keterlambatan buat laporan, tapi yang pokok karena defisit anggaran," jelas Ismantho.

Sebelumnya diberitakan, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Iman di Desa Cupat Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat, nasibnya kedepan belum jelas.

Sekolah ini sekarang berjalan ditempat, karena faktor keuangan yang sangat terbatas dan minim.

Keuangan di MI tersebut, terkadang juga kosong, sehingga berakibat operasional sekolah juga terganggu dan tersendat.

Sungguh miris, sekolah ini sekarang harus bertahan, hanya dengan dana dari dana sarikat kematian dari desa setempat.

Ketua Yayasan Amal Saleh Nurul Iman Cupat, Darman mengungkapkan, yayasan dalam mengelola madrasah ini, tidak seperti yayasan di luar.

"Istilahnya yayasan kami ini hanya memfasilitasi dan menaungi, yayasan kami bukan yayasan profit, tapi non profit yang tidak memiliki donatur tetap," kata Darman kepada bangkapos.com. Rabu (15/11).

Dana Yayasan untuk operasional dan keberlangsungan pendidikan di MI, selama ini hanya hanya mengandalkan subsidi dari dana sumbangan serikat kematian dan dari komite.

Penulis: riyadi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved