Video : Prof DR Dadang Sunendar Ungkap Bahasa Asing Salah Satu Ancaman

Bahasa asing bukan suatu yang biasa-biasa dan itu merupakan salah satu ancaman. Bahkan hal ini pernah

Laporan Wartawan Bangkapos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Penggunaan bahasa asing di tempat publik itu dipandang suatu ancaman.

Karena yang namanya ancaman itu tidak hanya perampokan, radikalisme dan perang. 

Bahkan ancaman itu ada dalam bentuk sosial, yaitu merupakan perusakan bahasa

"Bahasa asing bukan suatu yang biasa-biasa dan itu merupakan salah satu ancaman. Bahkan hal ini pernah disampaikan kepada Gubernur Lemhanas, dan ia setuju itu merupakan bentuk ancaman," jelas Prof DR Dadang Sunendar, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Ri, dalam seminar Bahasa Sebagai Identitas Bangsa, berlangsung di Auditorium Gdung Tudung Saji Kantor Walikota Pangkalpinang. 

Menurut Dadang, ketika  tidak bangga dengan bahasa negara, maka bahayanya itu juga tidak bangga dengan simbol-simbol negara. 

"Artinya kita tidak bangga dengan nasionalisme sebagai bangsa indonesia," ungkap Dadang. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang H Edison Taher menjelaskan, Pangkalpinang tertib menggunakan bahasa, yang lebih mengutamakan penggunaan bahasa indonesia.

Adapun pencanangan Pangkalpinang Kota Tertib Berbahasa pada 30 Oktober 2017, bertepatan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Edison menambahkan bahwa Pangkalpinang juga sebagai Kota Vokasi. (*)

Penulis: agusrya
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved