Bakpao Mendadak Populer, Yuk Bikin yang Enak dan Lembut untuk Camilan

Bakpao tiba-tiba menjadi nama makanan yang populer selama dua hari terakhir ini lantaran berita kecelakaan Setya Novanto.

Bakpao Mendadak Populer, Yuk Bikin yang Enak dan Lembut untuk Camilan
sajian sedap
Bakpao 

BANGKAPOS.COM - Bakpao tiba-tiba menjadi nama makanan yang populer selama dua hari terakhir ini lantaran berita kecelakaan Setya Novanto, tersangka kasus korupsi e-KTP.

Setya Novanto yang kala itu menumpang mobil Toyota Fortuner menabrak tiang listrik dan mengalami cedera kepala hingga benjol sebesar bakpao.

Tak ayal, kalimat 'benjol seperti bakpao' menjadi selorohan masyarakat Indonesia, khususnya warganet.

//

Terlepas dari kasus yang membelit Setya Novanto, bakpao, makanan khas Tionghoa ini menjadi kudapan favorit keluarga.

Baca: Tak Disangka Begini Reaksi Jokowi Dengar Benjolan Setya Novanto Segede Bakpao

//

Baik untuk sarapan maupun camilan sore hari.

Dilihat dari sejarahnya, bakpao yang berasal dari kata ‘bak’ , yang berarti daging dalam Bahasa Hokkian, berasal dari kata ‘rou’ dalam Bahasa Mandarin.

Sedangkan kata ‘pao’  berarti bungkus yang terbuat dari adonan tepung.

Jadi, sebenarnya penamaan ini berasal dari resep bakpao itu sendiri.

Makanan serupa roti yang diisi daging atau kacang hijau ini merupakan makanan khas masyarakat Tiongkok.

Baca: Ternyata Anak Pejabat Polisi Ini yang Bikin Bisnis dan Karier Setya Novanto Moncer Abis

Bakpao pertama kali ditemukan oleh Zhuge Liang (181-234), seorang ahli militer Tiongkok.

Ia menemukan resep bakpao ketika bersama prajuritnya harus melewati sebuah sungai berbahaya.

Masyarakat lokal menyarankannya untuk menyediakan kepala manusia sebagai upaya pengorbanan agar mereka dapat melewati sungai tersebut dengan selamat.

Zhuge Liang tidak setuju untuk membunuh tentaranya demi pengorbanan tersebut.

Ia kmeudian memerintahkan tentaranya untuk memburu binatang dan membungkusnya dalam adonan tepung yang dibentuk serupa kepala manusia.

Baca: Wah Gila! Bu Guru Paksa Siswa SMA Puaskan Birahinya, Kalau Tak Mau Ini Ancamannya

Oleh karena ide mulia Zhuge Liang tersebut, resep bakpao ditemukan.

Sejak saat itulah, resep bakpao juga mulai menjadi bagian dari masyarakat Tiongkok, yang seiring perjalanan waktu cukup dikenal di Indonesia.

Di Indonesia, resep bakpao disesuaikan dengan selera masyakarat lokal.

Sama seperti panganan khas Tionghoa lainnya, seperti bakso, bakmi, serta bakwan, bakpao kini telah menjadi salah satu jenis kuliner yang dapat dengan mudah kita temui.

Selain lezat, kudapan yang satu ini juga tergolong mengandung sedikit minyak karena tidak digoreng ketika diolah.

Baca: Operasi Kilat Kopassus dan Kostrad Bebaskan Sandera dari Tangan Kelompok Bersenjata

Nah, setelah tahu sejarahnya, yuk nggak ada salahnya kita bikin bakpao sendiri.

Meski banyak yang jual, namun beda loh rasanya kalau kita mencoba resep sendiri.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu:

Bahan A:
300 gram tepung terigu protein sedang
1 1/2 sendok teh ragi instan
2 sendok teh gula pasir
270 ml air

Bahan B:
250 gram gula pasir
50 gram susu bubuk
4 sendok teh baking powder

Bahan C:
800 gram tepung terigu protein tinggi
60 gram mentega putih
330 ml air

Baca: Derbi London dan Derbi Madrid Tersaji Akhir Pekan Ini

Bahan Isi (aduk Jadi Satu):
250 gram kacang tanah, dikupas, disangrai, dicincang halus
100 gram gula pasir
4 sendok teh wijen, disangrai

Cara Pengolahan:

1. Aduk bahan A sampai kalis. Diamkan 30 menit.

2. Tambahkan bahan B. Uleni sampai rata.

3. Tambahkan bahan C. Uleni sampai elastis. Diamkan 30 menit.

4. Kempiskan adonan. Timbang 20 gram. Bulatkan.Diamkan 10 menit.

5. Pipihkan adonan.Tambahkan isi. Bentuk bulat. Letakkan di kertas roti. Diamkan 20 menit.

6. Kukus 5 menit dengan api sedang.

Baca: Tak Banyak Orang Tahu Ternyata Ini 4 Orang Pertama yang Gunakan Facebook

Untuk 100 buah

Tips

1. Simpan bakpao yang sudah dikukus di dalam freezer agar terjaga kelembutannya.

2. Kukus bakpao sebelum di sajikan.

3. Setelah bakpao dingin,masukkan segera ke dalam plastik agar kulit tidak kering dan bakpao tidak keras.

(Tribun Kaltim/Trinilo Umardini/berbagai sumber)

 
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help