Dosen Pertanian UBB Beri Solusi Atasi Serangan Hama

Saat serangan sudah mulai meningkat, direkomendasikan pengendalian menggunakan pestisida fipronil.

Dosen Pertanian UBB Beri Solusi Atasi Serangan Hama
fofo Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Dosen Pertanian Universitas Bangka Belitung (UBB), Tri Lestari

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Dosen Pertanian Universitas Bangka Belitung (UBB) Tri Lestari angkat bicara terhadap kesulitan sejumlah petani di Kecamatan Kelapa yang tengah dihadapkan dengan serangan belalang sangit, hama wereng serta gangguan tikus dan burung pipit.

Baca: Acuhkan Babel, Komisi III Bakal Laporkan ICDX ke Presiden

Tri menjelaskan serangan wereng batang umumnya mulai memuncak pada fase tanaman padi mulai "bunting" atau pembentukan malai. Dalam kondisi ini pengamatan atau monitoring sangat penting dilakukan untuk menilai status serangan hama.

"Saat serangan sudah mulai meningkat, direkomendasikan pengendalian menggunakan pestisida fipronil. Namun akan lebih bijak jika pengendalian dilakukan sejak awal dengan menggunakan agensia hayati beauveria bassiana. Agensia hayati bekerja secara simultan mengendalikan hama dan keunggulannya adalah ramah lingkungan dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan," jelas Tri kepada Bangka Pos, Senin (20/11).

Baca: Kapolda Babel Akan Ajukan Kepala SPN Lubuk Bunter Naik Pangkat Jadi Kombes

Selain itu cara alami lain dengan penggunakan ekstak akar tuba dengan dosis 20 persen secara ilmiah mampu menurunkan populasi hama padi. Pilihan pengendalian yang optimal adalah monitoring berkala dan pengendalian menggunakan pestisida nabati yang ramah lingkungan.

Sementara untuk mengendalikan hama burung disarankan Tri penggunaan jaring nylon sebagai penghalang mekanis merupakan pilihan yang lebih baik karena lebih efisien dalam segi waktu dan tenaga. Namun demikian, secara teknis budidaya, penanaman serempak dan pengendalian hama penyakit tanaman (HPT) secara serentak juga merupakan pilihan bijak untuk mengatasi permasalahan hama wereng di padi sawah.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved