Penjara Merubah Jalan Hidup Iwan Cepi Murtado, Pembunuh Bayaran Paling Bengis di Indonesia

Iwan Cepi Murtado sekarang sedang berusaha berserah diri kepada Tuhan atas segala yang telah ia perbuat di masa mudanya.

Penjara Merubah Jalan Hidup Iwan Cepi Murtado, Pembunuh Bayaran Paling Bengis di Indonesia
Youtube
Iwan Cepi Murtado 

BANGKAPOS.COM - Usianya sudah tidak muda lagi.

Wajahnya keriput, rambut putih di kepalanya pun hanya tinggal sebagian saja.

Pria ini sekarang sedang berusaha berserah diri kepada Tuhan atas segala yang telah ia perbuat di masa mudanya.

//

Iwan Cepi Murtado, pria berusia 75 ini dulunya merupakan seorang pembunuh bayaran yang dikenal bengis saat melakukan aksinya.

//

Malah, Iwan disebut-sebut sebagai pembunuh bayaran paling ditakuti di Indonesia.

Baca: Rasakan Sensasi Taman Neraka dan 4 Tempat Wisata Menegangkan Lainnya

Dalam sebuah wawancara tayangan On The Spot Trans 7 edisi 15 November 2017, Iwan menjelaskan seperti apa masa lalunya dan bagaimana ia sekarang menjalani hidup.

 Iwan adalah anak dari Murtado, seorang jawara Betawi yang dikenal dengan sebutan 'Macan kemayoran'.

Dalam perjalanan hidupnya, Iwan pernah menjadi seorang tentara selama delapan tahun.

Baca: Anak Sukses Ternyata Bukan Ditentukan IQ, tapi Karena Faktor Ini

Dirinya memutuskan keluar karena merasa tidak disiplin.

"Kalau keluar, saya memang lupa dengan kedisiplinan saya," kata Iwan dalam wawancara di tayangan On The Spot.

Iwan Cepi saat masih muda
Iwan Cepi saat masih muda (ist)

Pekerjaan sebagai pembunuh bayaran pun dilakoninya.

Segala pengalamannya saat jadi tentara membuat Iwan tidak begitu kesulitan dalam menghilangkan nyawa orang lain.

Dalam wawancaranya, Iwan menjelaskan bagaimana tekniknya saat mendapat orderan untuk membunuh seseorang.

Baca: Inilah Jenis Makanan yang Bisa Menambah Kecerdasan Otak Anak

Iwan selalu melakukan pengamatan terhadap calon korban selama beberapa hari, bisa sampai satu minggu.

Ia mempunyai cara sendiri dalam melaksanakan tugas, tidak mau orang yang memerintahnya ikut campur untuk urusan eksekusi.

Menurut On The Spot, target Iwan biasanya adalah orang-orang kaya yang dianggap menjadi pesaing orang yang memberikan orderan.

"Itu ada satu perjanjian. Kalau saudara menyuruh saya, di lapangan jangan ikut campur," kata dia.

Iwan menyebutkan dirinya tidak memikirkan soal nyawa orang, ia hanya melihat bayaran yang menanyinya.

"Melihat bayaran, apa yang saya pikirkan sudah tidak pikirkan lagi," kata Iwan.

Adapun jumlah bayaran Iwan untuk sekali membunuh, harganya tidak menentu.

Mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 25 juta.

Baca: Gaji Evan Dimas di Selangor FA Sebulan Setara Harga Honda Jazz

Kendati dikenal sebagai pembunuh bayaran, Iwan tidak menyebut dirinya sendiri dengan predikat tersebut.

Menurutnya, sebutan pembunuh bayaran berasal dari teman-temannya.

Ketika ditanya sudah berapa nyawa yang telah dihabisinya, Iwan enggan menjawab.

Matanya langsung berkaca-kaca ketika mengingat masa kelam tersebut.

"Saya udah nggak mau mengungkap lagi. Karena yang saya kerjakan ini bukan mencuri, nyawa orang yang saya habisi, ujar Iwan.

Baca: Pelakor Merajalela, Titi Kamal Ikut-ikutan Komentar, Begini Katanya

Ketika ditanya untuk kedua kalinya oleh pewawancara soal total orang yang dibunuhnya, Iwan kembali enggan memberikan jawaban.

"Jangan ditanya lagi. Kalau saya ditanya sampai ke situ (membunuh), hati saya terenyuh," tambahnya.

Iwan Cepi Murtado
Iwan Cepi Murtado (Youtube)

Kehidupan Iwan mulai berubah ketika mendekam di penjara Cipinang selama sepuluh tahun.

Hal yang mengejutkan adalah ketika dipenjara Iwan begitu disegani.

Malah ia mengaku menjadi pemimpin para narapidana di sana.

Baca: Nasib Luis Milla, Begini Rapornya dalam 19 Laga Bersama Timnas Indonesia

 Saat keluar penjara, Iwan mulai menata kembali hidupnya.

Ia bertaubat dan menyesali segala perbuatannya.

"Apakah saya bertaubat ini ada ampunan Allah? Saya serahkan kepada Allah," ujarnya. (Tribun Jabar)

 
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help