Sudah Disegel, CV Kenanga Jaya Farm Belum Mengosongkan Ternak Babinya

Kepada masyarakat untuk bersabar dan mempercayakan masalah ini kepada pemerintah daerah agar tidak bertindak anarkis.

Sudah Disegel, CV Kenanga Jaya Farm Belum Mengosongkan Ternak Babinya
(ist/satpol pp)
Peternakan babi milik CV Kenanga Jaya Farm. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Peternakan babi berskala besar milik CV Kenanga Jaya Farm di Lingkungan Air Kenanga Kelurahan Kenanga ternyata hingga Senin (20/12/2017) ini belum mengosongkan dan menjual babi-babi milik mereka.

Padahal sebelumnya Pemkab Bangka melalui Satpol PP Kabupaten Bangka, Sabtu (11/11/2017) sudah menyegel peternakan babi tersebut.

Bahkan warga di Lingkungan Parit Tujuh dan Lubuk Kelik melakukan protes langsung ke peternakan babi itu, ketika Ketua DPRD Kabupaten Bangka Parulian Napitupulu mendatangi lokasi peternakan tersebut, Senin (14/11/2017) lalu.

Namun ketika Satpol PP kembali melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap keberadaan peternakan babi itu ternyata pihak CV Kenanga Jaya Farm tetap tidak mengindahkan peringatan satpol pp agar pemilik peternakan ini segera menjual babi-babi mereka.

"Kami tadi kembali mengecek dan memantau peternakan babi di Air Kenanga ternyata memang belum ada babi yang dikeluarkan dari kandangnya," sesal Kabid Penegaksn Perundang-Undangan Achmad Suherman kepada bangkapos.com, Senin (20/11/2917) di Kantor Satpol PP Kabupaten Bangka.

Diakuinya alasan pihak peternakan babi tersebut sedang melakukan upaya sampel darah melalui Dinas Peternakan Babel sebelum dibawa keluar Pulau Bangka.‎

"Katanya ada upaya mengecek sampel darah karena babi ini mau dibawa keluar Pulau Bangka seperti Jakarta dan Lampung. Jadi perlu proses karantina setelah babi itu dinyatakan sehat atau tidak sakit baru dibawa ke luar Bangka. Itu alasan pihak CV Kenanga Jaya Farm," ungkap Suherman.

Disinggung adanya protes warga agar peternakan babi berskala besar ini ditutup, ia mengatakan pihaknya bekerja sesuai dengan prosedur yang ada. Diakui Suherman ada tahapannya dimana ada perjanjian yakni pihak peternakan bersedia akan mengosongkan babi itu dalam jangka waktu tiga bulan dengan syarat selama waktu satu bulan, tidak ada lagi bau.

Dalam waktu dekat ini lanjutnya, pihak DPRD Kabupaten Bangka akan membahas permasalahan ini deng‎an melibatkan pihak terkait seperti Pengadilan Negeri Sungailiat, Kajari Bangka, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup dan Polres Bangka untuk mengatasi permasalahan peternakan babi tersebut.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help