Begini Bentuk Buah dan Sayur Ketika Masih Tumbuh Liar, Beda Banget dengan Zaman Now

Berbagai bukti mengarahkan bahwa buah dan sayur pada jaman dahulu berbeda dengan yang kita temui saat ini.

Begini Bentuk Buah dan Sayur Ketika Masih Tumbuh Liar, Beda Banget dengan Zaman Now
TRIBUN JATENG/Hermawan Handaka
ILustrasi 

BANGKAPOS.COM - Pernahkah Anda membayangkan bagaimana bentuk buah dan sayuran pada jaman dahulu?

Apakah bentuknya sama saja dengan yang kita temui sekarang, atau malah sama sekali berbeda?

Berbagai bukti mengarahkan bahwa buah dan sayur pada jaman dahulu berbeda dengan yang kita temui saat ini.

//

Hal itu bisa terjadi karena modifikasi genetik yang dialami tanaman buah tersebut.

Baca: 4 Makanan Ini Ternyata Bisa Bantu Membunuh Sel Kanker

Dirangkum dari Science Alert, Kamis (16/11/2017), meski pangan rekayasa genetika (GMO) baru datang belakangan, manusia sebenarnya memicu perubahan genetik tanaman lewat proses bercocok tanam.

//

Pembiakan selektif adalah proses lambat yang dilakukan petani dengan memilih dan menanam tanaman dengan sifat tertentu dari waktu ke waktu.

Di antara beberapa buah dan sayur yang mengalami proses tersebut, inilah beberapa buah dan sayur yang mengalami perubahan cukup drastis.

Semangka

Semangka liar
Semangka liar (Alvaro/Wikimedia Commons)

Sebuah lukisan Giovanni Stanchi dari abad ke-17 ini menggambarkan semangka yang sangat berbeda dari yang kita temui sekarang.

Baca: Inilah Jenis Makanan yang Bisa Menambah Kecerdasan Otak Anak

Seiring waktu, manusia telah "memodifikasi" semangka dengan daging merah yang sebenarnya adalah plasenta.

Semangka modern
Semangka modern (Scott Ehardt/Wikimedia)

Banyak orang yang berpikir semangka dalam lukisan Stanchi mungkin masih mentah atau kekurangan air dalam penanamannya.

Namun biji hitam dalam lukisan tersebut mengindikasikan bahwa semangka itu matang.

Pisang

Pisang liar
Pisang liar (Genetic Literacy Project)

Pisang pertama mungkin telah dibudidayakan setidaknya 10.000-7.000 tahun yang lalu di Papua Niugini. 

Buah yang satu ini memang terkenal banyak tumbuh di Asia Tenggara.

Pisang modern diduga dari dua varietas liar, yaitu Musa asuminata dan Musa balbisiana yang memiliki benih besar dan keras seperti foto di atas.

pisang modern
pisang modern (Domiriel/Flickr Creative Common)

Pisang modern saat ini memiliki rasa lezat dan mudah dikupas.

Dibanding nenek moyangnya, buah ini memiliki biji lebih kecil, rasa enak, dan nutrisi yang tinggi.

Terong

Terong liar
Terong liar (Genetic Literacy Project)

Sepanjang sejarah, terong memiliki beragam bentuk dan warna.

Beberapa terong paling awal dibudidayakan di Cina.

Pada versi primitifnya, terong memiliki duri di batang tanaman yang terhubung pada bunga seperti gambar di atas.

Terong modern
Terong modern (YoAmes/Flickr)

Sedangkan terong modern menyingkirkan duri tersebut dan memberi kita sayuran ungu yang lebih besar.

Wortel

Wortel liar
Wortel liar (Genetic Literacy Project)

Siapa sangka wortel yang paling awal dikenal ditanam pada abad ke-10 di Persia.

Sayur yang satu ini awalnya berwarna ungu atau putih seperti akar tipis yang bercabang.

Wortel modern
Wortel modern (TTL media/Shutterstock.com)

Petani kemudian menjinakkan akar putih itu yang memiliki rasa dan bunga yang kuat.

Akhirnya, bentuk wortel sepeti yang kita lihat saat ini.

Jagung

Jagung liar
Jagung liar (James Kennedy)

Salah satu sayur ikonik dalam pembiakan selektif adalah jagung.

Jagung alami pertama kali dijinakkan pada 7.000 sebelum masehi seperti yang ditunjukkan pada infografis milik James Kennedy, seorang kimia di atas.

Ilustrasi: Hasil panen jagung di Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Gresik.
Ilustrasi: Hasil panen jagung di Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Gresik. (KOMPAS.com/HAMZAH)

Sekarang, jagung 1.000 kali lebih besar daripada 9.000 tahun yang lalu.

Sayur ini juga lebih mudah dikupas dan tumbuh. (Kompas.com/Resa Eka Ayu Sartika)

Berita ini sebelumnya tayang di Kompas.com dengan judul Percaya Tak Percaya, Inilah Rupa Pisang Sebelum Manusia Menanamnya

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved