Dukung Gemari, Dinas Perikanan Bangka Gelar Produk Budidaya Ikan Air Tawar

Berbagai produk hasil pembudiyaan ikan air tawar seperti abon lele, ikan lele asap, ikan lele bumbu kuning, serta produk lainnya dijual.

Dukung Gemari, Dinas Perikanan Bangka Gelar Produk Budidaya Ikan Air Tawar
bangkapos.com/Edwardi
Ikan lele asap atau lele salai 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Perikanan Kabupaten Bangka mengelar bazar produk hasil pembudiyaan ikan air tawar, Selasa (21/11/2017) di Halaman Dinas Perikanan Kabupaten Bangka.

Berbagai produk hasil pembudiyaan ikan air tawar seperti abon lele, ikan lele asap, ikan lele bumbu kuning, serta produk lainnya dijual.

Selain itu juga bazar ini menjual dan memamerkan berbagai produk olahan ikan air tawar dan juga hasil penemuan para pelajar dari SMA Negeri 1 Belinyu yakni Cemilan 2025 diantaranya minyak nabati dari biji ketapang, tempe biji saga, coklat biji salak, sabun kulit pisang, es crem biji nangka dan selai biji pepaya.

Lele asap atau lele salai
Lele asap atau lele salai (bangkapos.com/Edwardi)

Diakui Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Ahmad Safran kegiatan ini dalam rangka mendukung gerakan gemar makan ikan (Gemari) khususnya ikan air tawar. Ternyata ikan air tawar setelah diolah menjadi produk olahan rasanya lebih enak.

"Harga ikan air tawar relatif lebih terjangkau tidak setinggi ikan laut. Sebetulnya kita tidak terpaku hanya mengkonsumsi ikan air laut apalagi pada musim paceklik, gelombang besar dan angin kencang, mari kita beralih pada musim-musim tertentu konsumsi ikan air tawar," saran Safran.

Menurutnya, tingkat konsumsi ikan air tawar di masyarakat Kabupaten Bangka sudah cukup bagus. Dia mencontohkan seperti ikan baung, budidayanya memang belum banyak seperti ikan lele tetapi sudah mulai dibudidayakan oleh masyarakat dan harganya juga relatif mahal sebesar Rp 70.000 per kilogram.

Dikatakannya, harga ikan air tawar ini akan semakin tinggi jika dijual dalam bentuk olahan seperti ikan lele asap dijual sebesar Rp 75.000 perkilogram, ikan lele bumbu Rp 35.000 perkilogram, abon lele dua ons sebesar Rp 20.000 dan lainnya.

Disamping itu juga dengan dipamerkan berbagai produk dari SMA Negeri 1 Belinyu dia menilai seperti tempe biji saga, selai biji pepaya, minyak nabati biji ketapang dan produk lainya sangat luar biasa.

Untuk itu ia menyarankan kepada Kepala SMAN 1 Belinyu, agar produk ini didaftarkan di BPOM dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka sehingga kreativitas para siswa tersebut tidak diakui oleh orang lain.

"Ini juga merupakan cemilan masa depan kualitasnya bagus, rasanya enak saya sudah mencobanya," puji Safran.

Menurutnya, sumber baku yang ada di Indonesia ini bisa di create menjadi sumber pangan yang berkelas.

Untuk itu, Ahmad Safran berharap Kegiatan ini dapat mendukung gerakan gemar makan ikan, membantu para budidaya untuk memasarkan produk ikan olahannya.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help