BangkaPos/
Home »

Bisnis

» Makro

Matahari Tutup Gerai Lagi, Apa Penyebab Ritel Modern Berguguran?

Ekonomi kita naik terus, digenjot terlalu cepat sehingga daya dukungnya makin terbatas karena ritel sudah terlalu crowded

Matahari Tutup Gerai Lagi, Apa Penyebab Ritel Modern Berguguran?
Suasana Matahari Department Store
Suasana Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai, Jakarta, Selasa (19/9/2017). PT Matahari Department Store Tbk memastikan akan menutup dua gerai yang berlokasi di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai pada akhir bulan September 2017 akibat pusat perbelanjaan tersebut sepi pengunjung. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO(KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO) 

BANGKAPOS.COM-- Industri ritel modern tanah air tengah menghadapi tantangan dalam hal penjualan, pergeseran pola belanja masyarakat berdampak pada penurunan penjualan gerai ritel modern.

Pakar Manajemen dan juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat ritel modern berguguran utamanya di kota-kota besar seperti Jakarta.

Rhenald mengatakan, faktor pertama yang menyebabkan ritel modern berguguran adalah ketatnya persaingan ritel modern di kota besar.

"Ekonomi kita naik terus, digenjot terlalu cepat sehingga daya dukungnya makin terbatas karena ritel sudah terlalu crowded," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (22/11/2017).

Menurutnya, persaingan sudah sangat gencar, kemudian muncul online, walaupun transaksi e-commerce di Indonesia masih sebesar 1 persen dari total transaksi jual beli sektor ritel keseluruhan di Indonesia.

"Nation-wide retail online hanya 1 persen dari total ritel, tapi ini kan fenomena megacity Jakarta. Di megacity ini diduga retail online sudah diatas 20 persen," tambahnya.

Rhenald menjelaskan, faktor selanjutnya adalah adanya perubahan daya dukung komunitas yang berubah, seperti kawasan pemukiman di beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya sudah beralih fungsi menjadi pusat bisnis dan tidak lagi menjadi wilayah pemukiman.

"Dulu ritel-ritel itu hidup di sekitar pemukiman. Ritel menghitung ada berapa banyak yang tinggal dekat outlet yang akan dibuka itu dalam radius lima kilometer," kata Rhenald.

Dia mencontohkan, seperti di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan, ada Cilandak Town Square di sekelilingnya terdapat area pemukiman, mulai dari Ciputat, Pondok Indah, Fatmawati, Lebak Bulus, hingga Pasar Minggu.

"Tapi tiba-tiba areal itu peruntukannya berubah. Fatmawati menjadi kawasan dagang, jalan layang dibangun, macet. Maka penduduk pindah. Karena fasilitas daya dukung berubah, harga tanah makin mahal, muncul kawasan jasa, ruko dan apartemen," jelasnya.

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help