Makam Cut Nyak Dien Baru Ditemukan 50 Tahun Setelah Kematiannya

Makam Cut Nyak Dien baru diketahui secara pasti pada 1960 atau sekitar 50 tahun setelah kematiannya.

Makam Cut Nyak Dien Baru Ditemukan 50 Tahun Setelah Kematiannya
wikipedia
Cut Nyak Dien saat ditangkap 

BANGKAPOS.COM - Berasal dari keluarga bangsawan tidak membuat Cut Nyak Dien memilih hidup nyaman.

Ia adalah sosok yang peka terhadap pederitaan rakyat Aceh akibat penjajahan Belanda. Dan karena itulah ia memutuskan mengangkat senjata.

Cut Nyak Dien lahir pada 1848 dan berasal dari keluarga bangsawan yang sangat taat beragama.

Ayahnya Teuku Nanta Seutia, seorang ulebalang (panglima perang) VI Mukin.

Ia juga diketahui sebagai keturunan langsung Sultan Aceh—jika dilihat dari garis ayahnya.

Baca: Anti Soekarno, Kemal Idris Pernah Arahkan Moncong Meriam ke Istana Negara

Cut Nyak Dien menikah pada usia masih belia pada tahun 1862, dengan Teuku Ibrahim Lamnga dan memiliki seorang anak laki-laki.

Ketika Perang Aceh meletus pada 1873, Cut Nyak Dien memimpin perang di garis depan melawan pasukan Belanda yang bersejata lebih lengkap.

Cut Nyak Dien dikenal sebagai panglima perang yang tangguh di wilayah VI Mukin.

Setelah bertahun-tahun bertempur, pasukan yang dipimpin Cut Nyak Dien makin terdesak.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved