BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Nelayan Protes Asap Smelter RBT Bikin Sesak Nafas

Asep pekat bau seperti belerang sampai ke pelabuhan. Imbasnya sesak nafas karena pencemaran ini

Nelayan Protes Asap Smelter RBT Bikin Sesak Nafas
bangkapos/ferry laskari
Sejumlah nelayan mendatangi PT RBT Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sekitar 20 orang nelayan yang berdomisili di Lingkungan Aritpekit Sungailiat, Jum'at (24/11/2017) siang mendatangi pabrik peleburan timah (smelter) PT RBT Sungailiat.

Nelayan ini datang untuk melayangkan protes karena asap pekat campur debu mencemari kawasan pelabuhan dan kawasan pemukiman warga.

Namun hanya sekitar empat orang nelayan yang boleh masuk ke dalam kawasan smelter. Mereka masing_masing nelayan bernama Emil, Sudirman, Jupri dan Oman, didampingi Ketua HNSI Bangka Ridwan. Sedangan belasan orang lainnya hanya menunggu di luar pagar.

"Asep pekat bau seperti belerang sampai ke pelabuhan. Imbasnya sesak nafas karena pencemaran ini. Belum lagi debunya lengket. Makanya kami dan teman teman mengajukan protes ke RBT," kata Nelayan Paritpekir, Ambo Liung (32) didampingi sejumlah nelayan lainnya.

Sementara itu Andi, pria yang mengaku Humas RBT ditemui Bangka Pos Group, Jum'at (24/11/2017) tidak memperkenankan Bangka Pos Group masuk ke dalam smelter. Alasan Andi nanti pimpinan RBT nanti akan menyampaikan rilis resmi ke Bangka Pos Group.

"Nanti pimpinan kami Pak Yuri akan berikan keterangan resmi ke Bangka Pos," kata Andi, saat itu didampingi sejumlah security-nya perusahaan.

PT RBT Pastikan Tak Ada Lagi Polusi

Kedatangan puluhan nelayan didampingi oleh Ketua HNSI Bangka, Ridwan disambut baik oleh pihak peleburan timah (smelter) PT Refined Bangka Tin (RBT),  Jum'at (24/11/2017).

Mereka datang awalnya untuk memprotes polusi udara berupa asap hasil kegiatan produksi di PT RBT.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help