BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Pak Kaling Kaget Warganya Datangi Smelter RBT Gelar Aksi Protes

Kepala Lingkungan Paritpekir Sungailiat Bangka, Darwanto alias Awang memastikan aksi protes sejumlah nelayan di wilayahnya bersifat spontan

Pak Kaling Kaget Warganya Datangi Smelter RBT Gelar Aksi Protes
bangkapos/fery laskari
PT RBT Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Kepala Lingkungan Paritpekir Sungailiat Bangka, Darwanto alias Awang memastikan aksi protes sejumlah nelayan di wilayahnya bersifat spontan. Nelayan yang dimaksud tiba-tiba datang ke Pabrik Peleburan Timah (Smelter) PT RBT Sungailiat Bangka, Jum'at (24/11/2017) untuk menyampaikan keluhan.

"Saya sebenarnya tidak tahu soal aksi protes ini. Namun karena saya dengar ada sejumlah nelayan yang tinggal di lingkungan saya di Paritpekir datang ke smelter, maka saya juga datang ikut memantau," kata Kaling Paritpekir, Darwanto alias Awang ditemui di sela-sela aksi protes sejumlah nelayan ke smelter itu, Jum'at (24/11/2017).

Baca: Nelayan Protes Asap Smelter RBT Bikin Sesak Nafas

Diakui Awang, sejak beberapa waktu lalu dia sempat mendengar keluhan nelayan soal asap dari Smelter RBT. Namun dia tak menyangka imbas dari asap tebal ini cikal bakal aksi protes nelayan tadi.

"Saya sempat dengar bahwa sejumlah nelayan mengeluh karena asap dari Smelter RBT. Tapi soal aksi protes mereka, saya baru tahu siang ini," kata Awang.

Sementara itu, Pimpinan Smelter PT RBT belum berhasil ditemui Bangka Pos Group, Jum'at (24/11/2017) siang. Humas dan security perusahaan menyebutkan, pimpinan mereka pada saatnya nanti akan memberikan klarifikasi soal protes yang dimaksud.

"Pimpinan kita, Pak Yuri nanti akan kasih penjelasan. Nanti kami hubungi Bangka Pos. Saya Andi, Humas di sini," katanya.

Andi beralasan, pimpinan mereka belum punya waktu untuk diwawancarai Bangka Pos Group karena masih akan meluruskan persoalan pada perwakilan nelayan di dalam smelter.

"Karena posisi sekarang kita juga kan (di dalam smelter) sedang ngejelasin (ke perwakilan nelayan). Nanti kami akan jelaskan secara langsung ke Bangka Pos," kata Andi seraya menutup pintu pagar besi pertanda larangan masuk.

Sementara itu hanya empat orang nelayan yang diperbolehkan masuk ke dalam kawasan smelter RBT Sungailiat. Belasan nelayan lainnya terpaksa duduk di pinggir jalan, dekat beton pintu pagar perusahaan itu.

Halaman
123
Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help