Grand Final Lomba Rebana dan Pameran Budaya Melayu Di Desa Kemuja Dipadati Warga

Masyarakat memadati Lapangan Sepak Bola Desa Kemuja saat melihat malam grand final lomba rebana

Grand Final Lomba Rebana dan Pameran Budaya Melayu Di Desa Kemuja Dipadati Warga
Bangkapos/nurhayati

"Besok kita menampilkan silat dari beberapa daerah ada silat Bintit yang dulu tenggelam kita munculkan lagi, ada Tari Kedidi, Tari Campak dari Bangka Barat untuk menghibur masyarakat," kata Syamsudin. 

Sedangkan untuk Pameran Budaya Melayu Bangka Belitung dilakukan di dalam Rumah Budaya Melayu yang menampilkan berbagai tulisan baik mengenai sejarah Prasasti Kota Kapur, Kisah Depati Bahrin, Depati dan Demang, Bung Karno dan Bangka, Bung Hatta dan Kelompok Bangka hingga Bahasa Melayu Kuno Bangka. Selain itu juga dipamerkan berbagai foto-foto jadul yang menceritakan suasana perkampungan di Pulau Bangka dan Belitung.

Sebagian warga asyik membaca tulisan sejarah maupun melihat foto yang dipamerkan, bahkan juga berfoto selfie diantara tulisan-tulisan sejarah dan foto tersebut.

Festival ini juga diisi oleh stand dari Mahasiswa KKN UGM, STAIN,  Dewan Pendidikan, Literasasi, Karang Taruna dan stand-stand lainnya.

Rencananya pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Desa Kemuja ini akan memecahkan rekor muri yakni tudung saji dan dulang terbesar berukuran 5x1,5 meter.

"Harapan kita untuk tahun 2018 nanti bisa mengundang dari provinsi lain untuk mengikuti kegiatan festival ini. Kemudian kemarin ada janji juga dari pak gubernur katanya tahun 2018 kita akan mengundang negara tetangga seperti Malaysia Brunei Darussalam yang bernuansa Melayu tetapi itu baru wacana," harap Syamsudin.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved