Kontraktor dan Pegawai PU di Babar Ngaku Diintimidasi dan Diminta Duit Oleh Oknum LSM Luar Daerah

Intimidasi dan terornya akan melaporkan ke pihak ini itu ini itu, jika kami tidak memberikan uang, dia minta uang tapi memaksa

Kontraktor dan Pegawai PU di Babar Ngaku Diintimidasi dan Diminta Duit Oleh Oknum LSM Luar Daerah
dok Bangkapos

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Bangka Barat dan sejumlah kontraktor di Kabupaten Bangka Barat, dalam seminggu ini merasa resah, akibat ulah oknum yang mengaku dari LSM yang berasal dari luar daerah Bangka Barat.

Seorang Kontraktor di Kabupaten Bangka Barat, Randy mengungkapkan, oknum pengurus LSM luar daerah Bangka Barat itu, mengintimidasi, meneror hingga meminta sejumlah uang, ke kontraktor proyek.

"Intimidasi dan terornya akan melaporkan ke pihak ini itu ini itu, jika kami tidak memberikan uang, dia minta uang tapi memaksa," kata Randy kepada bangkapos.com Minggu (26/11).

Dikatakan Randy, proyek yang dikerjakan sudah selesai dan masih dalam masa perawatan, selama ini dalam pekerjaannya juga mendapatkan pengawasan dari petugas terkait, masyarakat dan LSM Bangka Barat.

"Dan yang jelas proyek kami nggak ada masalah, karena kami kerjakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB) dan gambar. Tapi oknum LSM dari luar daerah itu, mencari-cari kesalahan yang tidak logis, kemudian dijadikan dasar untuk memeras, menakut-nakuti kontraktor, selain itu oknum tadi juga meminta uang tapi dengan cara mengancam dan mengintimidasi," jelas Randy.

Kadin PU Pemkab Bangka Barat Suharli mengaku sudah sering didatangi oknum-oknum seperti itu.

Untuk pegawai DPU Bangka Barat yang diintimidasi, itu tidak mudah termakan oleh oknum tersebut, tapi hal itu nanti akan di followup.

"Tapi dak ku retak (tak dipedulikan), kadang mereka itu cari-cari kesalahan, apa yang kita kerjakan di lapangan kan ngikuti RAB. Mereka ada yang bilang, kenapa bangunan itu batunya yang di bawah kok besar-besar, kami jawab, kan semakin kuat, yang terpenting batu bangunan sesuai kubikasi, mau kecil atau besar, yang penting sesuai kubikasi ya nggak apa-apa, dia bilang ini salah itu salah, saya jawab, memang tahu teknis pekerjaannya. Mereka melakukan hal seperti itu sudah sering, tapi karena kita kerja sesuai mekanisme, jadi mereka dak ku pedulikan, karena kami sudah tahu apa orientasi mereka, sehingga sering cari-cari kesalahan," jelas Suharli.(*)

Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved